BACAN, Nalarsatu.com – Sebanyak 244 pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Komisi VII DPR RI melalui program Pelatihan Wirausaha Baru Industri Kecil.
Program ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis dan pendampingan legalitas usaha melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), tetapi juga membuka akses permodalan serta penguatan pemasaran produk lokal agar UMKM Halsel mampu bersaing dan memperluas pasar.
Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Maluku Utara, Izzudin Alqassam Kasuba, menegaskan bahwa pelatihan ini harus menjadi pintu bagi tumbuhnya industri kecil yang produktif dan mandiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Titik awal berusaha itu dari NIB. Kalau sudah punya legalitas, akses bantuan dan modal jadi lebih mudah. Tapi yang paling penting adalah bagaimana produk mereka bisa dipasarkan dan bernilai ekonomi,” ujar Alqassam pada awak media, Senin (13/10).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan, setelah memiliki legalitas usaha, para pelaku UMKM akan difasilitasi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta bantuan alat produksi dari pemerintah pusat agar mereka bisa memperluas skala usahanya.
“Syarat mendapatkan KUR itu sederhana sudah ikut pelatihan dan sudah punya legalitas usaha. Setelah itu, pemerintah pusat siap bantu, baik lewat dana tunai maupun peralatan pendukung,” tegasnya.
Alqassam juga mengungkapkan adanya kebijakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menyiapkan 300 kuota KUR mikro bagi pelaku IKM dan UMKM di Halsel.
“Dari BRI tadi menyampaikan ada 300 kuota KUR mikro. Per IKM bisa mendapat kucuran dana sebesar Rp10 juta sampai Rp100 juta tanpa agunan atau jaminan,” ungkapnya.
Menurutnya, pelatihan ini tidak boleh berhenti di acara seremonial atau administrasi belaka. Ia menekankan pentingnya pendampingan lanjutan dan penguatan pasar agar hasil pelatihan benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kita tidak mau pelatihan hanya jadi kegiatan seremonial. Harus ada tindak lanjut yang konkret: usaha jalan, produk berkembang, dan pelaku UMKM benar-benar naik kelas,” tegas Alqassam.
Dalam kesempatan itu, ia mencontohkan usaha Kamplang Putri Bajo sebagai produk lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, asalkan mendapat dukungan serius dari sisi promosi dan distribusi.
“Seperti Kamplang Putri Bajo, ini contoh konkret potensi lokal yang luar biasa. Kita akan dorong lagi pemasarannya supaya bisa menembus pasar yang lebih luas, bukan hanya di Halsel tapi juga ke luar daerah,” ujarnya.











