LABUHA, Nalarsatu.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Kamis (23/10) malam menyebabkan banjir merendam puluhan rumah warga di Desa Madapolo. Air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa itu mulai memasuki rumah warga sejak kamis sore hingga malam hari.
Banjir tersebut disebabkan oleh meluapnya aliran sungai Madapolo akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak sore hari. Sejumlah kawasan pemukiman yang berada di bantaran sungai menjadi titik terdampak paling parah.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Halmahera Selatan, Muhammad Saleh Nijar, meminta agar BPBD Halsel segera turun ke lokasi untuk memastikan kondisi banjir serta melakukan langkah penanganan cepat bagi warga terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“BPBD harus segera turun untuk memastikan kondisi banjir di Desa Madapolo. Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” tegas Saleh, Jumat (24/10).
Ia juga mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan penanganan tanggap darurat, termasuk menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir.
“Langkah tanggap darurat harus segera dilakukan. Warga butuh bantuan makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saleh menekankan pentingnya solusi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang di wilayah tersebut.
“Pemerintah harus memikirkan solusi permanen dengan membangun talud, bronjong, atau geobag di sepanjang bantaran sungai yang sering meluap setiap kali hujan deras,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Halmahera Selatan, Aswin Adam, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh Nalarsatu.com, membenarkan adanya laporan banjir di wilayah Desa Madapolo. Ia meminta agar pihak desa segera membuat laporan resmi sebagai dasar tindakan BPBD.
“Tolong sampaikan ke kepala desa, segera buat laporan,” tulis Aswin singkat dalam pesan WhatsApp, Jumat (24/10).











