Harita Group Disorot Keras: Krisis Air & Listrik Mencekik Warga Kawasi, Dugaan Relokasi Paksa Menguat

- Penulis Berita

Sabtu, 15 November 2025 - 06:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Nalarsatu.com – Kesabaran warga Kawasi Kampung Lama akhirnya mencapai titik didih. Setelah sembilan bulan hidup tanpa listrik dan mengalami krisis air bersih sejak 1 Maret 2025, puluhan warga pada Jumat (14/11/2025) mendatangi kawasan industri Harita Nickel (Harita Group) di Ecovillage CSR. Mereka menuntut jawaban atas penderitaan berkepanjangan yang mereka yakini berkaitan erat dengan rencana relokasi paksa yang selama ini dibantah, namun gejalanya justru semakin nyata.

Aksi ini bukan sekadar protes. Ini adalah ledakan kemarahan terhadap kondisi yang mereka anggap sebagai kekerasan struktural.

“Kami dipaksa keluar pelan-pelan. Caranya? Matikan air, padamkan listrik, biarkan kami sengsara,” teriak seorang warga saat aksi berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Krisis yang Terlalu Sistematis untuk Disebut “Gangguan Teknis”

Sejak isu relokasi mencuat tahun lalu, warga mengamati pola yang mencurigakan:

– Air bersih berhenti total

– Listrik padam berbulan-bulan

– Pelayanan dasar lumpuh tanpa penjelasan

Namun di waktu yang sama, Ecovillage yang berada di wilayah operasi yang sama tetap terang benderang, layanan air stabil, fasilitas normal.

“Di kampung kami gelap. Di Eco Village terang. Kami antri air keruh, mereka mandi dengan air bersih. Ini bukan kebetulan, ini disengaja,” ucap seorang tokoh masyarakat.

Kondisi timpang ini membuat warga semakin yakin bahwa kampung mereka sedang didorong untuk ditinggalkan bukan melalui dialog, tetapi melalui tekanan fasilitas hidup.

Puluhan warga memadati kantor CSR Harita Group dengan tiga tuntutan utama:

1. Pemulihan penuh listrik dan air bersih di Kampung Lama

2. Penjelasan resmi terkait dugaan relokasi

3. Pertanggungjawaban atas sembilan bulan penderitaan warga

Aksi berlangsung tegang namun terkendali. Warga memperingatkan bahwa ini hanya aksi awal, dan perlawanan akan diperluas jika perusahaan tetap bungkam.

Perwakilan WALHI Maluku Utara, Nursin R. Gusao, mengecam keras ketimpangan layanan dasar di Kawasi.

“Jika air dan listrik bisa mengalir normal untuk industri, itu berarti sumbernya ada. Yang tidak ada justru kemauan untuk memulihkan layanan ke warga. Ini bukan soal teknis, tetapi soal prioritas,” tegas Nursin Jumat (14/11)?

WALHI mengingatkan bahwa hak atas air dan energi adalah hak dasar warga, dan tidak bisa dijadikan alat tekanan dalam proses relokasi apa pun.

Hingga berita ini dipublikasikan, Harita Group belum memberikan keterangan resmi yang menjawab tuntutan warga. Sebaliknya, warga menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur.

“Kami tidak akan pindah. Dan kami tidak akan diam.” pungkasnya.

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Berita Terbaru