PP-FORMAPAS Mendesak DPR RI: Jangan Khianati Rakyat Kepulauan, Sahkan RUU Daerah Kepulauan 2025

- Penulis Berita

Jumat, 21 November 2025 - 16:18 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Nalarsatu.com – Pengurus Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana (PP-FORMAPAS) Maluku Utara mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang kembali masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2025. Mereka menegaskan, regulasi ini adalah kebutuhan mendesak untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus mengikis ketimpangan pembangunan yang selama ini membelit wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Ketua Bidang Agraria dan Maritim PP-FORMAPAS Malut, Rahmat Karim, kepada media ini, Jumat (21/11/25), menekankan bahwa RUU Daerah Kepulauan merupakan instrumen kunci agar negara benar-benar hadir melindungi dan membangun wilayah-wilayah yang terpisah secara geografis.

“Pengesahan RUU ini tidak bisa lagi ditunda. Masyarakat kepulauan sudah terlalu lama menunggu keadilan anggaran dan perhatian negara,” tegasnya pada Jumat (21/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

RUU yang diinisiasi DPD RI tersebut memuat pengaturan strategis untuk optimalisasi pengelolaan kawasan kepulauan, peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, hingga penguatan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Salah satu poin krusial ialah adanya skema alokasi anggaran khusus untuk daerah kepulauan, yang selama ini tertinggal dalam pembangunan infrastruktur, akses kesehatan, pendidikan, dan layanan dasar lainnya.

Rahmat menilai pemerintah pusat selama ini terlalu berorientasi daratan dalam merancang kebijakan pembangunan. Akibatnya, provinsi-provinsi kepulauan seperti Maluku Utara, Maluku, NTT, dan lainnya, sering ditempatkan sebagai prioritas kesekian.

“Tanpa payung hukum yang kuat, pemerataan pembangunan hanya akan jadi jargon,” ujarnya.

Sebagai pemuda yang lahir dan besar di wilayah kepulauan, Rahmat menegaskan bahwa akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan dasar masih menjadi tantangan harian masyarakat pesisir.

“RUU ini harus menjadi jawaban atas jeritan masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan laut berjam-jam hanya untuk mendapatkan layanan dasar,” imbuhnya.

Selain dimensi pembangunan, RUU ini juga dinilai penting untuk memperkuat keamanan maritim dan melindungi kekayaan laut yang kerap dieksploitasi pihak luar. Kepastian regulasi akan menekan praktik ilegal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal.

Rahmat meminta seluruh anggota DPR RI terutama wakil rakyat dari daerah kepulauan untuk bersikap tegas dan menjadikan pengesahan RUU ini sebagai prioritas nasional.

“Jika mereka diam, itu artinya mereka mengkhianati aspirasi rakyat kepulauan,” kritiknya.

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Berita Terbaru