Pelabuhan Kawasi Masih Minim Fasilitas, Warga Minta Perhatian Serius

- Penulis Berita

Sabtu, 22 November 2025 - 16:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Nalarsatu.com — Kondisi Pelabuhan Desa Kawasi di Kecamatan Obi terus menjadi sorotan masyarakat. Meski kawasan ini menjadi lokasi aktivitas industri besar dari perusahaan-perusahaan berskala nasional, pelabuhan yang menjadi akses utama warga tak kunjung mendapatkan perhatian pembangunan.

Fasilitas dasar seperti tempat tunggu penumpang, area sandar, dan perlindungan saat cuaca buruk masih sangat terbatas. Penumpang speed boat yang menggunakannya setiap hari mengaku merasa kurang aman dan tidak nyaman.

“Kami setiap hari lewat sini, tapi fasilitasnya hampir tidak berubah. Kalau hujan, penumpang berdesakan karena tempat berteduh tidak cukup,” kata seorang penumpang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penumpang lainnya menambahkan bahwa kondisi pelabuhan tidak sebanding dengan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
“Industri besar ada di sini, tapi pelabuhan warga justru tertinggal. Sudah lama kami menunggu perbaikan,” ujarnya.

Risiko keselamatan juga menjadi kekhawatiran.

“Saat ombak tinggi, sangat berbahaya karena pengaman pelabuhan tidak memadai. Kami berharap perhatian lebih serius,” ungkap seorang ibu pengguna speed boat.

Selain penumpang, sejumlah sumber masyarakat juga buka suara.
Tokoh masyarakat Kawasi menegaskan bahwa aspirasi terkait perbaikan pelabuhan sudah berulang kali disampaikan.
“Kami berharap pemerintah dan pihak perusahaan bisa berkoordinasi mencari solusi. Ini kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Pelaku usaha transportasi laut menilai kapasitas pelabuhan tidak lagi sesuai dengan kebutuhan.

“Jumlah pengguna meningkat, tapi fasilitasnya tetap. Ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan,” tegasnya.

Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Adi Ngelo, ikut menanggapi kondisi pelabuhan yang tak kunjung tersentuh pembangunan. Menurutnya, perusahaan besar yang beroperasi di Kawasi perlu lebih peka terhadap kebutuhan infrastruktur publik di sekitar wilayah aktivitas industri.

“Kami tidak menuntut berlebihan. Kami hanya meminta agar pihak perusahaan, dalam hal ini Harita Group, melihat kondisi pelabuhan dengan lebih serius. Warga Kawasi menggunakan fasilitas ini setiap hari, dan kondisinya sudah tidak layak,” kata Adi Ngelo.

Ia menegaskan bahwa masyarakat berharap ada bentuk dukungan nyata, terutama pada fasilitas publik yang berkaitan langsung dengan keselamatan warga.

“Kami mendorong adanya dialog terbuka dan komitmen yang jelas. Pelabuhan adalah urat nadi masyarakat, dan ini seharusnya menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Harita Group terkait masukan masyarakat tersebut.

Warga berharap kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan dapat menghadirkan solusi konkret bagi peningkatan fasilitas Pelabuhan Kawasi demi kenyamanan dan keselamatan pengguna. (Red/Ir)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Berita Terbaru