Danau Karo Terancam, Danau Loji Kering Akibat Diambil Harita; Bendungan Akelamo Dibangun Demi Operasional Industri

- Penulis Berita

Kamis, 27 November 2025 - 01:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasi, Pulau Obi – Krisis air di Pulau Obi memasuki fase paling gawat. Setelah Nalarsatu.com mengungkap ancaman serius terhadap Danau Karo, kini Danau Loji anak danau yang menjadi penyangga utama sistem air Kawasi hampir benar-benar mati. Permukaan airnya jatuh drastis, menyisakan lumpur dan celah retak yang menandai kehancuran ekosistem.

Warga menegaskan bahwa penyebab kekeringan ini bukan faktor alam, melainkan pengambilan air besar-besaran oleh Harita Group.

Herman, warga Kawasi, menggambarkan situasi tersebut sebagai kehancuran yang terjadi “di depan mata”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Danau Loji itu tidak lama lagi habis airnya karena dipakai terus oleh Harita. Mereka sedot suda lama. Baru setelah hampir habis, mereka panik bangun bendungan. Itu bukan solusi itu cara menutup krisis yang mereka buat sendiri,” tegasnya.

Pembangunan bendungan di Sungai Akelamo menurut warga lebih banyak menguntungkan industri daripada menjamin hak air warga.

“Kalau danau tidak mereka keruk terus, tidak mungkin tinggal begini hampir habis, tinggal menunggu mati,” kata Herman Kamis (26/11).

Saat dikonfirmasi Nalarsatu.com, salah satu Tenaga Ahli Harita Group berinisial BL atau Bily membenarkan bahwa bendungan Akelamo dibangun bukan semata untuk warga, tetapi juga untuk kebutuhan operasional industri Harita Group.

“Iya, bendungan itu untuk warga, tapi juga untuk operasional perusahaan. Dua-duanya,” ujar BL.

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Berita Terbaru