Kawasi, Pulau Obi – Krisis air di Pulau Obi memasuki fase paling gawat. Setelah Nalarsatu.com mengungkap ancaman serius terhadap Danau Karo, kini Danau Loji anak danau yang menjadi penyangga utama sistem air Kawasi hampir benar-benar mati. Permukaan airnya jatuh drastis, menyisakan lumpur dan celah retak yang menandai kehancuran ekosistem.
Warga menegaskan bahwa penyebab kekeringan ini bukan faktor alam, melainkan pengambilan air besar-besaran oleh Harita Group.
Herman, warga Kawasi, menggambarkan situasi tersebut sebagai kehancuran yang terjadi “di depan mata”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Danau Loji itu tidak lama lagi habis airnya karena dipakai terus oleh Harita. Mereka sedot suda lama. Baru setelah hampir habis, mereka panik bangun bendungan. Itu bukan solusi itu cara menutup krisis yang mereka buat sendiri,” tegasnya.
Pembangunan bendungan di Sungai Akelamo menurut warga lebih banyak menguntungkan industri daripada menjamin hak air warga.
“Kalau danau tidak mereka keruk terus, tidak mungkin tinggal begini hampir habis, tinggal menunggu mati,” kata Herman Kamis (26/11).
Saat dikonfirmasi Nalarsatu.com, salah satu Tenaga Ahli Harita Group berinisial BL atau Bily membenarkan bahwa bendungan Akelamo dibangun bukan semata untuk warga, tetapi juga untuk kebutuhan operasional industri Harita Group.
“Iya, bendungan itu untuk warga, tapi juga untuk operasional perusahaan. Dua-duanya,” ujar BL.











