Ahli Waris Palang Akses Pelabuhan Sped di Kupal, Pertanyakan Izin dan Kesepakatan Lahan

- Penulis Berita

Rabu, 31 Desember 2025 - 06:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok:Nalarsatu

Dok:Nalarsatu

BACAN, Nalarsatu.com – Ahli waris almarhum Hasan Tutupoho memalang pintu masuk dan loket karcis Pelabuhan Sped Baut Kupal Len–Kupal, Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, sejak Selasa (30/12/2025). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas penggunaan lahan yang dinilai tidak pernah disertai kesepakatan resmi dengan pemilik lahan.

Ahli waris, Deli Tutupoho, mewakili lima bersaudara anak almarhum Hasan Tutupoho, menegaskan bahwa pelabuhan tersebut telah digunakan sejak tahun 2015, namun hingga kini tidak ada kejelasan izin maupun kesepakatan antara pemerintah atau pihak pengelola pelabuhan dengan keluarga pemilik lahan.

“Sejak pelabuhan ini digunakan tahun 2015, tidak pernah ada kesepakatan dengan kami sebagai pemilik lahan. Karena itu kami sepakat memalang mulai Selasa kemarin sampai pemerintah menjawab permintaan kami,” tegas Deli kepada Nalarsatu.com Rabu (30/13).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Deli, pihak keluarga menuntut keterbukaan pemerintah daerah, khususnya terkait siapa yang memberikan izin pembangunan pelabuhan, dengan siapa kesepakatan dilakukan, serta apa bentuk kesepakatannya.

“Pemerintah harus terbuka. Siapa yang mengizinkan membangun pelabuhan Sped ini, bersepakat dengan siapa, dan apa hasil kesepakatannya. Kalau memang ada komunikasi atau perjanjian, silakan dibuka supaya kami, anak-anak almarhum Hasan Tutupoho, tahu secara jelas,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila izin dan penggunaan lahan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas, maka pihak keluarga meminta pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini secara adil dan transparan.

“Kalau izin dan kesepakatan penggunaan lahan ini tidak jelas, kami minta pemerintah segera menyelesaikannya. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut,” tambahnya.

Pantauan Nalarsatu.com di lokasi, pemalangan dilakukan tepat di akses masuk pelabuhan dan loket karcis, sehingga aktivitas keluar-masuk penumpang dan barang terganggu.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun pengelola Pelabuhan Sped terkait tuntutan ahli waris tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa
Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 08:41 WIT

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:56 WIT

Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Berita Terbaru