Warga Waringi Soroti Dugaan Prosedur Bermasalah di Pemdes, Penetapan BUMDes hingga Peran BPD Dipertanyakan

- Penulis Berita

Selasa, 6 Januari 2026 - 03:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praktisi Hukum Rilfan Salamat, S.H., (Foto/HR)

Praktisi Hukum Rilfan Salamat, S.H., (Foto/HR)

HALMAHERA SELATAN, Nalarsatu.com – Sejumlah warga Desa Waringi, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, menyoroti dugaan ketidaksesuaian prosedur dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Sorotan tersebut mencakup tata kelola kelembagaan desa hingga pengelolaan keuangan yang dinilai belum sepenuhnya berjalan sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan.

Informasi yang berkembang di masyarakat itu mencuat setelah warga mempertanyakan proses penetapan Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Waringi. Warga menduga penetapan tersebut tidak melalui mekanisme musyawarah desa sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku.

Menurut keterangan sejumlah warga, proses tersebut diduga tidak melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) maupun unsur perwakilan masyarakat. Padahal, secara normatif, pembentukan dan penetapan pengurus BUMDes wajib dilaksanakan melalui musyawarah desa sebagai bentuk partisipasi dan transparansi publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat bahwa proses penetapan pengurus BUMDes belum sepenuhnya mencerminkan prinsip tata kelola pemerintahan desa yang baik, yakni transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.

Selain itu, warga juga mempertanyakan peran BPD Desa Waringi sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa. Mereka berharap BPD dapat menjalankan tugas dan kewenangannya secara optimal sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sorotan publik juga tertuju pada informasi terkait keberadaan bendahara desa yang diketahui berada di luar Desa Waringi dalam jangka waktu cukup lama. Sebagian warga menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi efektivitas pengelolaan administrasi dan keuangan desa.

Menanggapi berbagai informasi tersebut, pemuda Desa Waringi yang berlatar belakang hukum, Rilfan Salamat, S.H., menegaskan bahwa persoalan ini perlu dilihat secara objektif dan berdasarkan kerangka hukum yang berlaku.

Menurutnya, apabila benar penetapan pengurus BUMDes dilakukan tanpa musyawarah desa, maka hal tersebut berpotensi tidak sejalan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes.

“Prinsip musyawarah desa merupakan wujud demokrasi di tingkat lokal. Jika mekanisme tersebut tidak dilaksanakan, maka berpotensi menimbulkan persoalan dalam hukum administrasi,” ujar Rilfan.

Ia menegaskan bahwa setiap tindakan pejabat desa wajib mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Dalam hukum administrasi negara, penyalahgunaan wewenang dapat terjadi apabila pejabat bertindak melampaui kewenangan, mencampuradukkan kewenangan, atau tidak sesuai prosedur. Namun, seluruh dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang sah,” jelasnya.

Terkait fungsi pengawasan, Rilfan menilai BPD memiliki peran strategis untuk memastikan seluruh kebijakan dan keputusan desa berjalan sesuai aturan.

Sementara mengenai keberadaan bendahara desa, ia menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan desa harus dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2018.

“Jika terdapat kondisi tertentu yang menyebabkan bendahara tidak berada di tempat, maka harus disertai dasar administrasi yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Rilfan juga menekankan bahwa seluruh informasi yang beredar saat ini masih bersifat dugaan dan tidak dapat disimpulkan kebenarannya tanpa proses pembuktian.

“Apabila dalam audit Inspektorat atau pemeriksaan aparat penegak hukum ditemukan adanya pelanggaran, barulah dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkasnya.

Sejumlah warga Desa Waringi berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Inspektorat Daerah dapat melakukan klarifikasi serta pemeriksaan administrasi secara komprehensif guna memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel
BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan
Lebaran Beda Tanggal, Warga Moloku Rayakan 20 Maret, Pemerintah dan NU 21 Maret
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:56 WIT

Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:56 WIT

Lebaran Beda Tanggal, Warga Moloku Rayakan 20 Maret, Pemerintah dan NU 21 Maret

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:02 WIT

KB PII Halsel Gandeng FIC, Warkop, dan OSIS Se-Bacan Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru

Opini

Post-Truth dan Matinya Nalar Kritis Publik

Kamis, 26 Mar 2026 - 04:27 WIT