LABUHA, Nalarsatu.com – Komisi III DPRD Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Pelabuhan Semut di Desa Tuwekona, Kecamatan Bacan Selatan, Kamis (8/1/2026). Peninjauan ini dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halsel guna memastikan proyek strategis tersebut dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pembangunan Pelabuhan Semut diketahui mulai dikerjakan sejak Oktober 2023 oleh PT Relis Sapindo dengan total anggaran mencapai Rp58,4 miliar. Hingga awal Januari 2026, proyek tersebut masih dalam tahap penyelesaian.
Dalam peninjauan tersebut, hadir Ketua Komisi III DPRD Halsel Safri Talib, anggota Komisi III Rustam Ode Nuru, Irvan Djalil, Rivaldi, dan Kisman. Turut mendampingi, Kepala Dinas PUPR Halsel Idham Pora beserta staf teknis dan pihak kontraktor pelaksana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Komisi III DPRD Halsel, Safri Talib, menyampaikan harapannya agar pembangunan Pelabuhan Semut segera dirampungkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Halmahera Selatan.
“Kami berharap pembangunan pelabuhan ini segera diselesaikan agar masyarakat dapat segera menikmatinya,” ujar Safri Kamis (8/1).
Safri menegaskan, Komisi III DPRD menempatkan asas kemanfaatan sebagai prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan daerah. Oleh karena itu, pihaknya meminta Dinas PUPR dan kontraktor pelaksana segera menyelesaikan berbagai kendala yang masih menghambat progres pekerjaan.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Halsel, Rustam Ode Nuru, menyampaikan sikap tegas terkait batas waktu penyelesaian proyek Pelabuhan Semut.
“Pembangunan pelabuhan ini harus rampung pada Maret 2026. Jika belum selesai, kami tidak bisa lagi memberikan toleransi. Pembangunan ini tidak boleh melebihi tiga tahun masa pekerjaan atau melewati masa jabatan bupati,” tegas Rustam Kamis (8/1).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Halsel, Idham Pora, menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Semut sesuai target yang telah ditetapkan.
“Saya pastikan pada Maret 2026 pekerjaan Pelabuhan Semut ini selesai. Kami mengakui adanya keterlambatan progres, namun hal itu disebabkan oleh tenaga kerja yang belum datang dari Pulau Jawa,” jelas Idham Kamis (8/1).
Selain faktor tenaga kerja, Idham juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah Halmahera Selatan serta kendala mobilisasi material turut mempengaruhi kecepatan pekerjaan. Meski demikian, ia memastikan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai lebih dari 80 persen. (red)











