HALSEL, Nalarsatu.com – Sultan Bacan ke-22, Muhammad Irsysad Maulana Syah, menghadiri prosesi pemasangan tiang alif Masjid Al-Muhajirin di Desa Pelita, Kecamatan Mandioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan. Kehadiran Sultan Bacan tersebut menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat.
Sultan Bacan bersama rombongan tiba di Desa Pelita pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIT dan disambut meriah oleh warga. Setibanya di perairan desa, rombongan dijemput menggunakan perahu-perahu nelayan yang dihiasi bendera warna-warni, mencerminkan antusiasme dan kebanggaan masyarakat atas kunjungan tersebut.

Kunjungan ini tercatat sebagai kali pertama Sultan Bacan menginjakkan kaki secara langsung di Desa Pelita. Dalam agenda tersebut, Sultan turut didampingi Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Mukhsin. Rombongan kemudian bermalam di desa sebelum mengikuti rangkaian kegiatan adat dan keagamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prosesi pemasangan tiang alif dilaksanakan pada Jumat (16/1/2026) usai salat subuh berjamaah, sekitar pukul 06.00 WIT. Ritual berlangsung khidmat dan sarat makna religius, disertai tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sebelum dipasang, tiang alif diarak mengelilingi kampung oleh masyarakat yang mengenakan pakaian serba putih. Suasana haru dan kekhusyukan menyelimuti prosesi tersebut, dengan iringan doa-doa dan lantunan zikir.

Kepala Desa Pelita, Muhdi Umar, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kehadiran Sultan Bacan dan Wakil Bupati Halmahera Selatan. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan kehormatan besar sekaligus catatan sejarah baru bagi Desa Pelita.
“Alhamdulillah, ini adalah kebanggaan dan penghargaan besar bagi masyarakat Desa Pelita. Kehadiran Sultan Bacan dan Wakil Bupati untuk menyaksikan langsung prosesi pemasangan tiang alif tentu menjadi momen yang tidak akan kami lupakan,” ujar Muhdi, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, tiang alif memiliki makna filosofis yang mendalam sebagai simbol keesaan Allah Swt dan menjadi fondasi utama dalam pembangunan masjid. Kehadiran Sultan Bacan dalam prosesi tersebut diyakini membawa keberkahan bagi masyarakat desa.
Prosesi ini turut dihadiri tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat yang berbaur dalam suasana penuh kekeluargaan. Warga mengaku bangga atas kunjungan Sultan Bacan ke-22 yang dinilai mampu mempererat hubungan Kesultanan Bacan dengan masyarakat Mandioli Utara.
Dalam sambutannya, Sultan Bacan berharap pemasangan tiang alif membawa keberkahan bagi Desa Pelita dan masyarakatnya.
“Dengan momen ini, semoga keberkahan senantiasa menyertai desa ini, dan masyarakatnya hidup sejahtera serta makmur,” ujar Sultan, Jumat (16/1).
Sultan juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, persatuan, serta nilai-nilai adat dan keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jangan sampai nilai-nilai itu hanya kita simpan di hati, tetapi dalam praktik kehidupan sehari-hari justru kita abaikan,” pesan Sultan.
Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Mukhsin, mengatakan bahwa pemasangan tiang alif menandai rampungnya struktur utama pembangunan Masjid Al-Muhajirin dan memasuki tahap penyelesaian akhir.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung pembangunan ini, karena menyangkut kepentingan keumatan. Kami siap membantu, baik secara pribadi maupun secara kelembagaan,” ujarnya.
Menurut Helmi, kehadiran Sultan Bacan di Desa Pelita juga menjadi upaya menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur sekaligus memperkuat keharmonisan sosial dan spiritual masyarakat Halmahera Selatan.
Selama berada di Desa Pelita, Sultan Bacan juga mengikuti sejumlah kegiatan keagamaan, termasuk peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bersama masyarakat yang diisi dengan pembacaan doa-doa dan tausiah keagamaan.
Kunjungan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara Kesultanan Bacan, pemerintah daerah, dan masyarakat, serta memperkokoh nilai-nilai keagamaan dan budaya di Kabupaten Halmahera Selatan. (Azu)











