HALSEL, Nalarsatu.com — Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), dipastikan segera digelar.
Kepastian tersebut menyusul suksesnya pelaksanaan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) yang menghasilkan sejumlah keputusan strategis, antara lain penetapan waktu dan tempat pelaksanaan Musda, pengesahan kepesertaan, serta kriteria calon Ketua DPD KNPI Halsel.
Koordinator Steering Committee (SC) Musda DPD KNPI Halsel, Van Costan E. E. Galouw, S.IP, menyatakan bahwa dengan selesainya Rapimpurda, pihaknya resmi membuka pendaftaran calon ketua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya, pendaftaran Calon Ketua DPD KNPI Halsel sudah kami buka mulai tanggal 3 hingga 8 Februari 2026. Para bakal calon dapat mengambil formulir pendaftaran di sekretariat SC yang bertempat di Penginapan Kie Besi,” ujar Van.
Ia menambahkan bahwa terdapat sekitar 10 persyaratan yang wajib dipenuhi oleh setiap bakal calon sesuai keputusan Rapimpurda.
“Semua calon wajib memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan dalam Rapimpurda kemarin,” tegasnya.
Adapun kriteria Calon Ketua DPD KNPI Halsel adalah sebagai berikut:
1. Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Berusia maksimal 40 tahun (dibuktikan dengan KTP)
4. Berpendidikan minimal Strata 1 (S1)
5. Tidak pernah terlibat masalah hukum yang memiliki putusan pengadilan berkekuatan tetap
6. Merupakan pengurus KNPI dan/atau pernah menjabat dalam organisasi nasional di tingkat daerah, dibuktikan dengan SK kepengurusan
7. Tidak sedang menjabat pada organisasi dengan posisi yang sama, dibuktikan dengan surat keterangan dari organisasi terkait
8. Mendapat dukungan rekomendasi dari minimal 9 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) dan 6 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP)
9. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp3.000.000
10. Mengisi dan mengembalikan formulir pendaftaran kepada Steering Committee sesuai batas waktu yang ditentukan
11. Menyerahkan visi dan misi kepemimpinan
Musda DPD KNPI Halsel diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan yang progresif, inklusif, dan mampu menggerakkan peran pemuda dalam pembangunan daerah. (Red/Bisma)











