BACAN, Nalarsatu.com – Komitmen mendorong transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Halmahera Selatan kembali diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Bank Indonesia. Melalui Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf), HIPMI menyalurkan bantuan mesin kasir kepada sejumlah pelaku usaha sebagai langkah konkret memperkuat sistem pencatatan transaksi yang lebih modern, tertata, dan berbasis digital.
Sebelum penyerahan bantuan, Sekretaris HIPMI Halmahera Selatan, Rifaldi Latubara, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia atas sinergi yang telah terbangun bersama HIPMI dalam mendukung penguatan UMKM di daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia atas kolaborasi yang terjalin bersama HIPMI. Bantuan mesin kasir ini tidak hanya membantu pelaku UMKM dalam pengelolaan transaksi, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan dan keberlanjutan usaha di Halmahera Selatan,” ujar Rifaldi Jumat (25/2)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rifaldi menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya strategis HIPMI dalam mendorong pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus HIPMI Halmahera Selatan yang terlibat aktif dalam menyukseskan program Ekraf HIPMI Halsel Digital Hub.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus HIPMI yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan Ekraf HIPMI Halsel Digital Hub. Ini merupakan bentuk sinergi internal organisasi untuk mendorong scale-up UMKM melalui digitalisasi transaksi serta membangun ekosistem UMKM yang siap Go-Digital,” tegasnya.
Menurut Rifaldi, kolaborasi antara Bank Indonesia, HIPMI, dan seluruh elemen organisasi menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah arus transformasi digital.
Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif HIPMI Halmahera Selatan sekaligus Owner Kaffe Sterek, Abdul Hamid menjelaskan bahwa bantuan mesin kasir tersebut dirancang sebagai solusi atas tantangan yang masih dihadapi banyak pelaku UMKM, khususnya dalam pengelolaan transaksi dan pencatatan keuangan yang masih bersifat manual.
“Kami melihat di lapangan masih banyak pelaku usaha yang memiliki potensi besar untuk berkembang, namun terkendala pada sistem pencatatan yang belum tertata dengan baik. Melalui bantuan ini, kami mendorong pelaku UMKM bertransformasi menuju tata kelola usaha yang lebih profesional, transparan, dan terukur,” jelas Abdul Hamid Jumat (25/2).
Ia menambahkan bahwa dukungan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam merealisasikan program tersebut, sekaligus memperkuat peran HIPMI sebagai jembatan kolaborasi antara pemangku kepentingan dan pelaku usaha.
“Harapannya, bantuan ini tidak berhenti pada penggunaan alat semata, tetapi menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk naik kelas, memperluas akses pasar, serta terintegrasi dalam ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan sinergi tersebut, HIPMI optimistis digitalisasi UMKM di Halmahera Selatan akan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi daerah ke depan. (Zul)











