Halsel,Nalarsatu.com – Sebagian besar warga Desa Moloku,Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, dilaporkan mengalami kebingungan terkait penetapan Hari Raya Idulfitri tahun ini. Perbedaan tanggal antara keputusan pemerintah desa dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Nahdlatul Ulama (NU) menjadi pemicu utama situasi tersebut.
Pemerintah Desa Moloku menetapkan pelaksanaan Salat Idulfitri pada tanggal 20, sementara pemerintah pusat dan daerah bersama NU menetapkan Idulfitri jatuh pada tanggal 21. Perbedaan ini ramai diperbincangkan warga, termasuk dalam grup komunikasi internal desa.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Moloku Yahya Assagaf menyampaikan bahwa keputusan tersebut telah melalui pertimbangan tokoh agama dan tokoh adat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mau bagaimana lagi, itu sudah menjadi keputusan imam dan tokoh adat. Jadi mau tidak mau, tanggal 20 kita laksanakan salat,” ujar Yahya Kamis (19/3).
Meski demikian, sejumlah warga masih mempertimbangkan untuk mengikuti keputusan pemerintah pusat dan organisasi keagamaan lainnya. Kondisi ini mencerminkan adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat dalam menentukan hari besar keagamaan.
Hingga saat ini, situasi di Desa Moloku terpantau kondusif, meskipun terdapat perbedaan pilihan di kalangan warga. (red)











