Warga Minta Bupati Halsel Buka Akses Perizinan Tambang di Pulau Obi

- Penulis Berita

Minggu, 20 April 2025 - 05:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi penambang Obi (Foto/istimewa)

Lokasi penambang Obi (Foto/istimewa)

Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Menyusul penutupan dua lokasi tambang emas ilegal oleh tim gabungan Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Selatan di Pulau Obi  Rabu, 16 April 2025, sejumlah warga penambang menyuarakan harapannya kepada pemerintah daerah.

Sarna Hi. Masud , salah satu warga perempel penambang dari Desa Manatahan Kecamatan Obi Barat, mengaku kecewa atas penindakan tersebut. Ia meminta Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Basam Kasuba, untuk membantu membuka akses legalitas agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara sah.

“Kami tidak menolak aturan. Tapi kami berharap pemerintah bisa bantu kami urus izin agar bisa menambang dengan tenang. Kami ini hanya rakyat kecil yang cari makan,” ujar Sarna kepada Nalarsatu.com, Sabtu (19/4/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sarna juga menyoroti belum adanya kejelasan mengenai skema perizinan tambang rakyat di wilayah Obi. Menurutnya, banyak warga menggantungkan hidup dari sektor pertambangan sejak beberapa tahun terakhir.

“Kalau memang harus ada izin, kami siap mengurusnya. Tapi tolong dibantu dan difasilitasi. Jangan hanya ditutup tanpa ada solusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan masjid saat ini masih dalam tahap awal. Karena itu, warga sangat berharap lokasi tersebut dapat dibuka kembali agar memberikan manfaat bagi banyak orang sekaligus mendukung kelanjutan proses pembangunan masjid. (red/ir)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru