Proyek Pekerjaan Darurat Normalisasi dan Penguatan Tebing Sungai desa Jojame Dipertanyakan

- Penulis Berita

Jumat, 16 Mei 2025 - 03:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BACAN, Nalarsatu.com – Proyek pekerjaan darurat normalisasi dan penguatan tebing sungai di Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Halmahera Selatan, menuai sorotan tajam. Proyek senilai Rp3,5 miliar yang dikerjakan oleh CV Labuha Indah Berkarya ini diduga sarat masalah, mulai dari persoalan transparansi hingga potensi pelanggaran lingkungan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pengambilan material berupa pasir dan batu untuk proyek tersebut dilakukan tanpa pembayaran kepada pemerintah desa maupun warga pemilik lahan. Material bahkan disebut diambil langsung dari tepian pantai kampung, yang dikhawatirkan dapat mempercepat abrasi dan memperburuk kerusakan pesisir jika tidak disertai pembangunan talud penahan.

Selain itu, aktivitas pengambilan material diduga belum mengantongi izin galian C, yang secara hukum wajib dimiliki untuk kegiatan pertambangan material konstruksi. Hal ini berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Halmahera Selatan, Safri Talib, mengatakan pihaknya akan segera memanggil Kepala BPBD Halsel, Aswin Adam, beserta pihak kontraktor untuk dimintai klarifikasi dalam rapat dengar pendapat (RDP).

“Jika informasi ini benar, kami akan panggil Kadis BPBD dan pihak kontraktor. Setiap proyek yang menggunakan material lokal harus dilakukan dengan pembayaran yang sah, baik kepada pemerintah desa maupun warga pemilik lahan,” ujar Safri Kamis (15/5/2025).

Politikus dua periode ini menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi kontraktor untuk mengambil material tanpa kompensasi, apalagi proyek tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kalau material diambil dari wilayah desa, wajib dibayar ke desa. Jika dari lahan milik warga, juga harus dibayar ke pemiliknya. Ini soal etika dan kewajiban hukum,” lanjutnya.

Safri juga mengingatkan agar kontraktor tidak sembarangan dalam memilih dan menggunakan material. Ia menyoroti dugaan penggunaan pasir pantai yang belum tentu memenuhi standar teknis.

“Kalau pasirnya tercampur tanah dan air asin, tentu ini harus dipertimbangkan ulang. Karena proyek ini harus bertahan lama dan dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proyek normalisasi sungai di Jojame merupakan bagian dari kebijakan prioritas Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Basam Kasuba, dalam rangka penanggulangan bencana. Meski tidak masuk dalam rekomendasi DPRD, penanganan banjir berulang di wilayah tersebut dianggap mendesak.

“Karena itu, kami minta kontraktor bekerja sesuai prosedur dan mengutamakan kualitas. Jangan sampai proyek ini menyisakan masalah baru di kemudian hari,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru