Difitnah Karena Motif Politik, Kades Toin: Saya Tempuh Jalur Hukum, Lapor Balik

- Penulis Berita

Selasa, 22 Juli 2025 - 06:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BACAN, Nalarsatu.com – Kepala Desa Toin, Kecamatan Botang Loman, Halmahera Selatan, Fahmi Taher akhirnya angkat bicara terkait laporan dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam (parang) yang menyeret namanya ke ranah hukum. Kepada Nalarsatu.com, Fahmi membantah keras tudingan tersebut dan menyebut laporan itu sebagai fitnah yang sarat kepentingan politik lokal.

Peristiwa itu terjadi pada malam takbiran Idul Fitri, 31 Maret 2025. Saat itu, Kades bersama perangkat desa dan warga tengah memasang umbul-umbul pelangi di sekitar masjid dan pelabuhan desa. Dalam kegiatan tersebut, mereka membawa bambu dan parang sebagai alat kerja.

“Kami bukan bawa parang untuk mengancam. Itu alat kerja. Kalau dibilang mengancam, itu fitnah besar,” ujar Fahmi Nalarsatu.com Senin (21/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai memasang bendera, rombongan desa menemukan lampu box bertuliskan “Desa Toin” dalam keadaan rusak. Di situ, Kades sempat melontarkan kalimat keras menanggapi aksi perusakan.

“Saya bilang, kalau jago jangan main di belakang. Coba kalau berani muncul di depan, kita proses hukum. Itu bukan ancaman personal. Itu peringatan terhadap perusak fasilitas umum,” jelasnya.

Dalam perjalanan pulang, Fahmi bersama Kaur Desa, Jufri Ja’far, berpapasan dengan saudara Parto, yang tiba-tiba melontarkan kata-kata kasar.

“Woe kades bodok! Tengah malam begini ribut apa? Binatang! Cuki mai!” teriak Parto, seperti yang dikutip Fahmi.

Situasi sempat memanas hingga adu mulut terjadi. Namun ketegangan akhirnya diredam oleh Kaur Desa dan Imam Masjid setempat, Sagir Husein.

Kaur Desa Toin, Jufri Ja’far, yang turut berada di lokasi, membenarkan bahwa kegiatan pemasangan umbul-umbul dimulai sekitar pukul 12.30 malam.

“Saya sendiri yang bawa parang, karena kami butuh untuk potong bambu. Saat kami mulai pasang, lampu mati. Saya sempat bilang ke teman-teman, hati-hati, ada parang di samping saya,” ungkap Jufri Senin (21/7).

Menurutnya, tidak ada tindakan atau gestur mengancam dari Kades selama kegiatan itu berlangsung. Bahkan setelah mendapati papan nama desa dirusak, mereka memilih langsung pulang.

Namun, Jufri menyayangkan adanya teror verbal yang ia alami pada malam itu. Saat Kades sudah kembali ke rumah, Jufri mengaku masih berada di lokasi kejadian dengan maksud meredam suasana agar tidak memanas.

“Justru saya yang dapat tekanan. Parto sempat bilang ke saya, ‘Om Juf, jangan iko-iko Kepala Desa.’ Saya sendiri tidak paham maksud ucapannya, tapi saya catat itu sebagai bentuk tekanan,” ujar Jufri.

Tak hanya itu, menurut Jufri, ucapan tersebut diamini oleh Om Tono yang juga berada di tempat kejadian.

“Om Tono bilang, ‘Iya Om Juf, jangan terlalu iko-iko Kepala Desa, cuki tu Kepala Desa pe panta lagi.’ Saya sempat balas juga, karena ucapan seperti itu sangat tidak pantas,” ungkapnya.

Jufri menyatakan bahwa ia berada di lokasi dalam kapasitas sebagai aparat desa, bukan untuk berpihak secara personal, melainkan membantu menjaga ketertiban.

“Saya di situ bukan karena ikut-ikutan, tapi karena saya perangkat desa. Tugas saya membantu menyelesaikan masalah, bukan menambah,” tegasnya.

Merespons laporan pengancaman yang diajukan Parjo, Kades menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk melaporkan balik atas dugaan penghinaan dan ujaran kebencian.

“Hinaan seperti ‘bodok’, ‘binatang’, dan ‘cuki mai’ itu bukan perbedaan pendapat, itu penghinaan terang-terangan. Kami akan buat laporan balik demi menjaga martabat Pemerintah Desa,” tegas Fahmi.

Ia pun meminta aparat kepolisian bersikap adil, karena yang hina atau maki saya adalah parto.

“Jangan hanya karena saya pejabat desa, lantas semua tuduhan langsung dipercayai. Bukti harus dibuka, saksi harus didengar. Kalau penyidik tidak objektif, keadilan tidak akan berdiri,” tambahnya.

Fahmi menegaskan, langkah hukumnya bukan semata membela diri, tetapi juga memberi pelajaran kepada siapa pun yang menggunakan kebencian sebagai alat provokasi.

 

(Redaksi | Nalarsatu.com)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Misteri Kematian Siswi Berprestasi 13 Tahun di Obi Selatan, Ditemukan Gantung Diri, Polisi Dalami Motif
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru