VCS Guncang Viral: Warga Desak Kades Diusut, Bupati Halsel Dituding Tutup Mata

- Penulis Berita

Senin, 28 Juli 2025 - 14:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuha, Nalarsatu.com – Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan kembali menjadi pusat perhatian publik setelah mencuatnya dugaan skandal video call seks (VCS) yang diduga melibatkan langsung Kepala Desa (Kades) Busua. Video tak senonoh yang tersebar luas di media sosial lokal itu menimbulkan kemarahan warga dan mencederai martabat lembaga pemerintahan desa.

Skandal yang bermuatan pornografi ini bukan hanya mencoreng nama baik desa, tetapi telah mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan di tingkat akar rumput.

“Pemimpin desa seharusnya menjadi teladan, bukan justru pelaku penyimpangan moral,” kecam seorang aktivis pemuda Busua Amiruddin D Abdullah dalam pernyataan terbuka, Senin (28/07/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah elemen pemuda, tokoh masyarakat, dan forum warga melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Halmahera Selatan. Mereka mendesak aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, untuk tidak tinggal diam dan segera mengusut kasus ini secara terbuka dan tanpa diskriminasi hukum.

Dalam orasinya, massa menilai skandal ini bukan sekadar urusan privat, tetapi mencerminkan krisis kepemimpinan, degradasi moral, dan lemahnya pengawasan institusional.

“Jika ini dibiarkan, sama saja pemerintah melegalkan prostitusi digital yang dilakukan oleh aparat desa,” tegas Rusdi Usman orator aksi.

Kemarahan warga juga menyasar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan, yang dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap aparatur desa. Mereka mempertanyakan mengapa hingga kini tidak ada audit, evaluasi kinerja, maupun sanksi administratif terhadap Kades Busua.

“Sudah ada laporan sejak lama, bukan hanya soal moral, tapi juga indikasi penyimpangan dana desa. Tapi yang terjadi justru pembiaran. Ini kelalaian institusi yang serius,” ujar Akmal Nasrullah perwakilan Forum Warga Busua Senin (28/7).

Lebih jauh, massa menuding Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, turut bertanggung jawab atas pembiaran ini. Warga menilai sikap diam Pemkab Halsel menandakan pembiaran sistemik terhadap penyimpangan moral dan administratif di tingkat desa.

“Jangan jadikan moralitas cuma slogan kampanye. Kalau kepala desa bermasalah, dan dibiarkan, maka kepala daerah pun patut dipertanyakan komitmennya!” tegas koordinator aksi, M. Zidan Andi Senin (28/7).

Dalam aksinya, warga menyampaikan empat poin tuntutan utama:

1. Pengusutan tuntas kasus VCS Kepala Desa Busua secara transparan dan adil sesuai hukum yang berlaku.

2. Penindakan terhadap semua pihak yang terlibat, termasuk pelaku, korban yang ditekan secara struktural, dan penyebar konten asusila.

3. Evaluasi menyeluruh kinerja DPMD dan Inspektorat, atas lambannya respons dan pengawasan yang dinilai gagal total.

4. Audit total penggunaan Dana Desa Busua selama masa kepemimpinan kepala desa saat ini.

 

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru