Tangis Agleinsyara Baweda di Tengah Skandal Buku Nikah dan KK Palsu: “Saya Terpaksa, Ini Demi Sesuap Nasi”

- Penulis Berita

Selasa, 29 Juli 2025 - 06:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BACAN, Nalarsatu.com – Di balik wajah tenangnya, Agleinsyara Baweda menyimpan badai yang tak kasat mata. Melalui pesan suara dan teks WhatsApp, perempuan muda asal Halmahera Selatan ini akhirnya angkat bicara soal skandal pemalsuan dokumen negara yang menyeret namanya termasuk seorang pria bernama Bayu dan oknum pegawai Dukcapil.

Namun pengakuan Agleinsyara justru mengguncang banyak asumsi publik. Dalam rekaman suara penuh tangis, ia menegaskan bahwa tidak ada pihak lain yang memaksa atau mengatur rekayasa tersebut. Semua bermula dari ketakutannya kehilangan pekerjaan.

“Jangan salahkan Bayu. Jangan salahkan orang Capil. Pemalsuan itu dari saya sendiri. Saya yang minta, saya yang urus ke Capil. Karena saya takut kehilangan pekerjaan,” ujar Agleinsyara, Senin (28/07/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agleinsyara menuturkan bahwa sebelumnya ia sempat diberhentikan dari perusahaan tempatnya bekerja. Namun lewat koneksi Bayu yang mengenal seseorang di perusahaan tersebut muncul peluang untuk dipekerjakan kembali. Syaratnya, ia harus berstatus “menikah”.

Perusahaan itu diduga menerapkan kebijakan internal yang memprioritaskan karyawan dengan status menikah untuk kontrak kerja jangka panjang.

“Waktu saya tanya kenapa, katanya biar terlihat lebih stabil secara administrasi dan tanggung jawab sosial,” ungkapnya. “Akhirnya saya bilang ke Bayu, kita nikah secara administrasi saja. Bukan sungguhan. Ini cuma demi pekerjaan.”

Meski pernikahan itu tidak pernah sah secara agama maupun hukum, status “menikah” kini telah tercantum dalam KTP Agleinsyara. Bahkan Buku Nikah palsu itu pun telah terdata dalam sistem kependudukan resmi.

Dalam pengakuannya, Agleinsyara menepis anggapan bahwa Bayu ataupun oknum pegawai Dukcapil bernama Pak Budi adalah dalang dari skema pemalsuan ini. Ia mengklaim semua inisiatif datang darinya sendiri.

“Saya tanya ke Bayu, apakah dia kenal orang Capil. Dia jawab: ada, namanya Pak Budi. Lalu saya minta tolong. Tapi semua proses, dari awal sampai jadi, saya yang atur. Mereka hanya bantu,” ucapnya.

Keputusan ini pun tidak pernah ia ceritakan kepada keluarganya.

“Saya tahu orang tua saya pasti tidak akan setuju. Tapi saya tidak punya pilihan. Saya dalam tekanan. Saya harus bertahan hidup,” katanya

Kini, status pernikahan Agleinsyara telah terekam dalam sistem negara. Meskipun tidak pernah ada ijab kabul atau saksi sah, catatan administratif menunjukkan ia sebagai seorang istri dari Bayu.

“Saya sadar ini salah. Tapi saya siap terima semua risikonya. Yang penting saya masih bisa kerja, masih bisa makan,” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Halmahera Selatan serta manajemen perusahaan tempat Agleinsyara bekerja belum memberikan keterangan resmi guna memastikan kebenaran informasi yang disampaikan.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa
Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Berita ini 195 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 08:41 WIT

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:56 WIT

Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Berita Terbaru