Ketua BARAH Sentil Keras Kasi Intel Kajari Halsel: “Jangan Bungkus Kejahatan dengan Kepura-puraan Tak Paham”

- Penulis Berita

Rabu, 15 Oktober 2025 - 10:42 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL, Nalarsatu.com – Dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan retret 125 kepala desa (kades) Halmahera Selatan di Bandung, Jawa Barat, terus menuai sorotan publik. Pernyataan Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Halsel, Osten Gerhan, yang menyebut kegiatan tersebut dibiayai menggunakan anggaran APBD, bukan dana desa, justru memperkuat dugaan adanya penyimpangan dalam penggunaan keuangan daerah.

“Setahu saya, anggaran kegiatan retret itu bersumber dari APBD dan dianggarkan oleh Pemda Halmahera Selatan,” ujar Osten kepada wartawan.

Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Adi Hi Adam. Ia menilai, sikap Kasi Intel tersebut menunjukkan minimnya ketegasan dan lemahnya pemahaman hukum dalam melihat indikasi korupsi yang jelas-jelas menggunakan uang rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kasi Intel Kajari ini layak dievaluasi bahkan diganti. Tidak pantas seorang pejabat intelijen penegak hukum berbicara seolah-olah tidak paham duduk masalah. Justru dia yang harus menjelaskan secara hukum, bukan berdalih ‘tidak tahu’. Itu cara halus untuk membungkus kejahatan dengan kepura-puraan tak paham masalah daerah,” tegas Adi kepada Nalarsatu.com, Selasa (14/10).

Menurutnya, pernyataan Kasi Intel itu tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga memperlihatkan budaya pembiaran dan kompromi hukum yang sudah lama mengakar di tubuh Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan.

“Kita tahu, banyak kasus korupsi di Halsel yang mandek di Kejari. Lihat saja kasus Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), dugaan penyalahgunaan dana hibah 2020–2022, kasus Halsel Ekspres, penyelewengan dana desa di beberapa kecamatan, sampai proyek fiktif pengadaan barang dan jasa, semuanya berhenti di tengah jalan tanpa kejelasan hukum,” ungkap Adi.

Ia menilai, lambannya penanganan kasus-kasus tersebut menjadi bukti nyata adanya mata rantai kejahatan birokrasi yang terselubung dalam seragam penegak hukum.

“Seakan ada skenario sistematis untuk menutup mata terhadap praktik korupsi. Beberapa kasus bahkan sudah tahap penyelidikan tapi tiba-tiba hilang dari pantauan publik. Ini bukan kelalaian biasa, tapi sudah jadi pola perlindungan terhadap oknum pejabat,” tambahnya.

Adi menegaskan, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan. Ia meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara segera turun tangan dan mengevaluasi total struktur Kejari Halsel, khususnya bagian intelijen dan pidana khusus, yang dinilai gagal menjalankan fungsi penegakan hukum secara profesional dan independen.

“Kami minta Kejari yang baru nanti harus benar-benar bersih dan berani. Jangan jadikan Kejaksaan tempat parkir kasus dan ATM politik pejabat daerah. Kalau aparat hukum tidak berani menegakkan keadilan, maka rakyat yang akan kehilangan kepercayaan terhadap negara,” tegasnya lagi.

Pernyataan keras Ketua BARAH itu menambah tekanan moral terhadap aparat hukum di Halmahera Selatan yang dinilai mulai kehilangan taringnya dalam memberantas korupsi.

Ia menilai, kegiatan retret kades di Bandung hanyalah satu dari sekian banyak contoh pemborosan uang negara yang seolah mendapat restu diam-diam dari aparat penegak hukum.

“Ini bukan soal jalan-jalan atau retret. Ini soal tanggung jawab terhadap uang rakyat. Kalau aparat hukum ikut diam, maka diam itu sama artinya ikut menikmati hasil kejahatan,” pungkas Adi Hi Adam.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:26 WIT

Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan, IARMI Maharuyung Jabodetabek Gelar Bakti Sosial di Momentum Iduladha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:45 WIT

Bawa Nama Halsel ke Tingkat Nasional, Soleman Bobote Raih Penghargaan Bergengsi

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIT

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:42 WIT

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:25 WIT

Bupati Bassam Kasuba: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jembatan Suara Rakyat

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:27 WIT

Munawir Resmi Nahkodai GMNI Halsel, Tegaskan Soliditas dengan DPP GMNI RI

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:46 WIT

Ancaman Jutaan Ton Limbah Slag Nikel PT.Harita Group, Kesiapan Pengelolaan Dipertanyakan

Berita Terbaru