Labuha, Nalarsatu.com – Rustam, pekerja asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru dua bulan bekerja di kawasan bandara perusahaan yang beroperasi di bawah Harita Group di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, kini menjalani perawatan intensif di RSUD Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Kondisi Rustam pasca operasi usus terlihat sangat memprihatinkan. Ia dirawat seorang diri tanpa pendamping keluarga, sebab ia datang merantau ke Maluku Utara hanya untuk bekerja.
Saat ditemui media ini pada Senin (1/12/2025), Rustam mengaku sedih dan bingung menjalani masa pemulihan tanpa dukungan keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak punya keluarga di sini. Saya hanya berharap bantuan dari perawat dan dokter,” ujarnya dengan suara lemah.
Dari pantauan di ruang rawat, Rustam tampak kurang terurus. Ia tidak mengenakan baju meski telah sembilan hari menjalani rawat inap, dan tempat tidurnya pun tidak menggunakan sarung maupun alas yang layak. Kondisi ini memantik keprihatinan publik, terutama terkait minimnya pendampingan bagi seorang pekerja yang terlibat dalam aktivitas perusahaan besar di wilayah Obi.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya perwakilan perusahaan yang mendampingi Rustam atau memberikan keterangan resmi terkait tanggung jawab mereka atas kondisi pekerja tersebut. Media ini masih terus berupaya menghubungi pihak perusahaan untuk memperoleh penjelasan.
Salah seorang perawat RSUD Labuha menegaskan bahwa pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan sesuai standar.
“Kami tetap berusaha maksimal merawat setiap pasien, termasuk Pak Rustam,” ujarnya.











