Manajemen PT IWIP Larang Karyawan Ikut Aksi UMP 2026, Diminta Tetap Bekerja Normal

- Penulis Berita

Senin, 29 Desember 2025 - 03:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brifing Karyawan PT.IWIP  (Foto/At)

Brifing Karyawan PT.IWIP (Foto/At)

Halteng, Nalarsatu.com – Manajemen PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) secara tegas menginstruksikan seluruh karyawan di semua divisi untuk tidak terlibat dalam rencana aksi demonstrasi terkait tuntutan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 yang digagas serikat buruh di tingkat kabupaten.

Instruksi tersebut tertuang dalam imbauan internal yang dikeluarkan Departemen Industrial Relation (IR) PT IWIP. Dalam imbauan itu, manajemen menekankan larangan keras bagi seluruh karyawan untuk ikut serta, terprovokasi, maupun melibatkan diri dalam aksi demonstrasi di luar lingkungan perusahaan, apa pun bentuk dan alasannya.

“Menanggapi situasi yang berkembang di luar saat ini, maka dengan ini manajemen perlu menyampaikan beberapa hal kepada seluruh karyawan,” demikian bunyi imbauan internal IR PT IWIP yang diterima Nalarsatu.com dari sumber karyawan, Minggu (28/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam poin-poin imbauan tersebut, manajemen meminta karyawan untuk tetap bekerja seperti biasa serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja. Karyawan juga diminta untuk tidak terlibat dalam seruan aksi demonstrasi dari pihak mana pun.

Selain itu, manajemen IWIP juga menginstruksikan agar karyawan melaporkan kepada pihak Industrial Relation apabila menemukan informasi atau aktivitas di lapangan yang berpotensi mengarah pada keterlibatan pekerja dalam aksi demonstrasi.

“Apabila menemukan informasi maupun hal-hal yang berpotensi di lapangan terkait ajakan atau seruan aksi, agar segera dilaporkan ke pihak IR,” lanjut imbauan tersebut.

Langkah manajemen PT IWIP ini diambil menyusul adanya informasi rencana aksi demonstrasi buruh terkait tuntutan UMP 2026 yang akan digelar di wilayah Desa Lelilef dan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT IWIP belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait kebijakan tersebut. Sementara sejumlah karyawan menilai imbauan itu sebagai bentuk pengetatan sikap perusahaan dalam merespons dinamika gerakan buruh di luar kawasan industri. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Berita ini 126 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:26 WIT

Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan, IARMI Maharuyung Jabodetabek Gelar Bakti Sosial di Momentum Iduladha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:45 WIT

Bawa Nama Halsel ke Tingkat Nasional, Soleman Bobote Raih Penghargaan Bergengsi

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIT

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:42 WIT

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:25 WIT

Bupati Bassam Kasuba: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jembatan Suara Rakyat

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:27 WIT

Munawir Resmi Nahkodai GMNI Halsel, Tegaskan Soliditas dengan DPP GMNI RI

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:46 WIT

Ancaman Jutaan Ton Limbah Slag Nikel PT.Harita Group, Kesiapan Pengelolaan Dipertanyakan

Berita Terbaru