Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Keluarga Alimusu La Damili di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, menyatakan akan menunggu kehadiran Bupati Halmahera Selatan, Bassam, di lokasi lahan yang tengah bersengketa pada Kamis hingga Jumat.
Lahan tersebut diduga menjadi objek penyerobotan yang, menurut pihak keluarga, melibatkan kerja sama antara pihak perusahaan dan Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh anak Alimusu, WA Samri Alimusu, yang mewakili keluarga. Ia menjelaskan bahwa rencana kehadiran bupati merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara keluarga dan Tim Penyelesaian Sengketa Lahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sesuai hasil pertemuan dengan tim, kami sudah melaporkan dan dijadwalkan bupati akan turun langsung ke lokasi untuk bertemu pemilik lahan dan menyelesaikan persoalan ini,” ujar WA Samri, mengutip penjelasan Asisten I Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan Mustamin Soleman.
Ia juga menyebutkan bahwa kunjungan tersebut diharapkan dapat terlaksana sebelum bupati berangkat menunaikan ibadah haji.
Samri berharap dalam pertemuan nanti, seluruh pihak yang terlibat dapat dihadirkan, termasuk Kepala Desa Kawasi, pihak perusahaan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengukuran lahan pada 2022, pembahasan pembagian lahan tahun 2024, hingga 2025 proses yang berujung pada dugaan penjualan lahan dan pemberian kompensasi.
“Saya minta semua pihak hadir supaya jelas. Karena dalam pembicaraan sebelumnya, tidak pernah ada kesepakatan jual beli lahan. Yang ada hanya pengukuran lahan, pembagian dengan kepala desa, dan penerimaan uang kompensasi, itu saja,” tegasnya Rabu (22/4).











