HALSEL, Nalarsatu.com – Sebuah unggahan di media sosial Facebook milik anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Masdar Mansur, mendadak menuai sorotan publik. Dalam statusnya, Masdar menulis pernyataan yang menyebut: “yang mau DPR dibubarkan itu orang goblok (K-nya 10).”
Unggahan itu langsung memicu reaksi keras, karena dinilai menyinggung kelompok masyarakat yang belakangan ini gencar menyuarakan kritik terhadap lembaga DPR maupun DPRD.
Sejumlah pihak menilai status tersebut tidak mencerminkan etika seorang wakil rakyat. Posisi sebagai anggota DPRD seharusnya menjadi penampung dan pengayom aspirasi, termasuk suara kritis masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tokoh Pemuda Halsel, Sofyan Hidayat, bahkan menyamakan kasus ini dengan polemik yang pernah menimpa politisi nasional Syahroni.
“Ini sangat disayangkan, karena status seperti itu bisa memicu kegaduhan. DPRD harusnya hadir sebagai representasi rakyat, bukan malah merendahkan suara rakyat. Dulu Syahroni pernah bilang rakyat tolol, tidak lama dia didemo, bahkan rumahnya dijarah dan hancur. Sekarang Masdar Mansur lagi-lagi menyebut rakyat goblok, apa maksudnya? Tolong jaga ucapan, situasi nasional sampai daerah sedang tidak baik-baik saja,” tegas Sofyan.
Menanggapi kontroversi ini, Masdar Mansur angkat bicara. Saat dikonfirmasi Nalarsatu.com, ia menegaskan status tersebut sebenarnya sudah ia hapus jauh sebelum ramai dibicarakan.
“Itu status dua minggu lalu, dan saya sudah hapus. Saya juga heran kenapa baru sekarang ramai. Kalau ada yang merasa tersinggung, saya sampaikan permohonan maaf,” ujarnya singkat.
Meski begitu, klarifikasi Masdar belum meredam banyak kritik. Publik tetap menunggu sikap resmi dari Pimpinan DPD PDIP Maluku Utara dan pimpinan DPRD Halsel, agar polemik ini tidak semakin merusak citra lembaga legislatif di mata rakyat. (red/Azwar)







