Kondisi lingkungan di Halmahera Barat: Alarm Merah Selama Lima Tahun Terakhir

- Penulis Berita

Minggu, 2 November 2025 - 15:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Asrina Muhibat (Mahasiswa PWK Unutara)

Sahabat alam, apa kabar alam Maluku Utara saat ini? Khususnya, bagaimana keadaan Halmahera Barat, surga tersembunyi yang penuh dengan kekayaan alam? Sayangnya, dalam waktu lima tahun terakhir, kita telah melihat beberapa perubahan yakin dalam kondisi lingkungan disana. Apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita mengetahui!

Pembalakan keras Halmahera Barat, yang merupakan salah satu tempat alam yang paling canggih, sekarang dihadapkan pada beberapa tantangan utama. Masyarakat Halmahera menikmati hasil pertambangan, terutama nikel, yang seakan ekonominya bersolek. Padahal, Halmahera menyimpan krisis yang menjadi luka terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama lima tahun terakhir, hutan di Halmahera Barat tidak hanya kehilangan 95.169.907 meter kubik kayu, tetapi juga semakin jarang. Itupun hutan yang masih tersisa menjadi semakin gondok. Pembukaan lahan untuk pertambangan dan perkebunan menjadi penyebab utama. Hilangnya hutan juga berarti hilangnya habitat berbagai spesies flora dan fauna endemik. Deforestasi secara tidak langsung memicu dan memperparah erosi permukaan tanah, banjir, dan bencana pencemaran. Banjir dan pencemaran tanah Banjir yang diperparah dengan kerusakan lahan tidak hanya merusak infrastruktur dan menenggelamkan area pertanian, tetapi juga meninggalkan tanah subur yang diperuntukkan bagi pertanian dan perkebunan. Hal ini menjadi ancaman bagi sebagian besar penduduk yang hidup dari bertani dan berdagang hasil pertanian.

Berkurangnya lahan yang subur menjadi faktor pendorong dan pencemaran yang diperparah dengan limbah. Pencemaran yang tidak tertangani dengan baik akan membanjiri sungai dan sumber air lainnya. Hal ini mendorong terjadinya pencemaran sekunder yang ditimbulkan dari air bersih yang dikonsumsi masyarakat, dan wilayah air tanah di sekitar pertanian. Kematian yang tidak wajar pada fauna dan flora akan menjadi dampak dengan hilangnya habitat serta pemanfaatan sumber daya yang terlampau besar.

Pertambangan tidak hanya memberikan nilai manfaat tetapi juga merusak kualitas sumber daya alam, seperti air dan tanah. Limbah industri yang tidak dikelola dengan baik akan mencemari sungai dan dan sumber air di sekitar. Hal ini menciptakan masalah kepada masyarakat yang sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Tanah pun tidak subur, sehingga sanggat mengancam pertanian dan perkebunan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat di sekitar.

Wilayah halmahera barat menjadi tempat tinggal dan berkembang biak berbagai jenis flora dan fauna, bahkan ada di antaranya yang hanya dapat di temukan di daerah ini. Akan tetapi, dengan semakin merusak mengancam lingkungan juga mengancam kelestarian. Populasi dari flora dan fauna tersebut akan semakin menyusut. Tanpa ada tindakan yang nyata dari aktivitas lingkungan, akan mengalami punah dalam waktu yang sangat dekat.

Dampak negatif dari kerusakan lingkungan dan reklamasi tidak berpindah, tetapi juga berkibat kepada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar. Dengan tidak adanya sumber air bersih dan lahan pertanian yang subur, akan sangat mengancam perekonomian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat akan berkonflik dengan perusahaan tambang akibat lahan dan juga menjadikan kompensasi yang sangat tidak adil dari perusahaan.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Kondisi lingkungan Halmahera Barat tidak dalam kondisi yang baik. Akan tetapi, bukan untukdi biarkan dan tidak ada aktivitas apa pun.Tindakan yang dapat kita ambil dalam rangka membantu memulihkan dan menjaga kelestarian alam Halmahera Barat antara lain.

Pertama, Mendukung praktik pertambangan berkelanjutan. Mengusulkan perusahaan pertambangan untuk melakukan praktik pertambangan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kedua Reboisasi dan penghijauan. Melakukan penanaman kembali hutan dan penghijauan lahan yang rusak.

Ketiga Pengawasan dan penegakan hukum. Memberikan sanksi yang lebih ketat untuk aktor yang melakukan pelanggaran hukum. dan empat Edukasi dan kesadaran. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di Halmahera Barat krisis. Kerusakan yang lebih parah tidak bisa kita hindari jika tidak ada langkah nyata. Mari kita lestarikan alam Halmahera Barat. ) *

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kepemimpinan Bahlil Lahadalia dalam Dinamika Investasi dan Politik Nasional
Hilangnya Akses atas Tanah dalam Proyek Strategis Nasional: Analisis Kasus Bapak Alimusu di Obi, Halmahera Selatan
Miliaran Rupiah Menguap, Maidi Hanya Dapat Tumpangan Masalah
Kajian Sosiologi Terhadap Fenomena Belanja Online
Logika Akumulasi dan Ekologi yang Tersingkirkan
DOB Sofifi: Vonis Mati Atas Kegagalan Pemkot Tidore?
RSUD Tidore “Cuci Piring” di Balik Hutang Rp2,6 Miliar; Transparansi Dana atau Sekadar Topeng Ketidakadilan?
Post-Truth dan Matinya Nalar Kritis Publik
Berita ini 159 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:43 WIT

HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:58 WIT

Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:12 WIT

Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda

Senin, 1 Juni 2026 - 01:36 WIT

Satpol PP Halsel Razia Tempat Hiburan Malam, Lima LC Diamankan dan Dibina

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:53 WIT

PT Wijaya Kencana dan PT Poleko Yubarson Salurkan Pupuk Organik, Dukung Ketahanan Pangan Petani Obi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40 WIT

BARAH dan ASLAD Semprot Harita Group: Janji Pelabuhan Speed Boat Tak Kunjung Terwujud, Massa Siap Turun Besar-Besaran

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:26 WIT

Kepala ULP PLN Saketa Angkat Bicara Soal Beban Listrik dan Masa Depan Infrastruktur Energi

Berita Terbaru