Oleh : Ahmad Davin – Anggota FIC Malut Sektor Unutara
“Membaca, Mencatat Menulis Melawan. Literasi Senjata Kaum Cendikia”
TEMAN-teman di momen sepesial ini di mana Forum Insan Cendikia (FIC) Maluku Utara akan memasuki usia 1 tahun pada tanggal 9 Januari 2026. Kita menyadari bahwa literasi saat ini sangat lah minim dan hampir tidak tersentuh lagi oleh generasi muda, maka dari itu forum insan cendikia FIC hadir sebagai landasan yang kuat untuk melakukan perubahan dalam aspek literasi, FIC tidak hadir karna kebetulan tetapi FIC hadir karena kesadaran yang mendalam bahwa literasi sangat lah penting bagi bangsa dan negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini kita melihat dengan kaca mata kita bersama bahwasanya generasi muda saat ini hanya lah terfokus pada teknologi yang modern, saat ini generasi muda di hayutkan oleh media sosial seperti Facebook, Twitter, tiktok, gem online dan lain-lain sehingga mereka lupa akan pentingnya literasi.
Semua itu bisa terjadi karna tidak ada tekanan dari orang tua, guru dan pemerintah. Sehingga generasi saat ini menganggap bahwa literasi saat ini tidak terlalu penting di jaman modern saat ini. Takut nya dengan matinya literasi di generasi muda bisa menimbulkan dampak yang buruk di mana generasi muda tidak tertarik lagi akan pentingnya membaca buku dan hanya berfokus pada media sosial. Saya mengutip sedikit pandangan tokoh yang berasal dari portchester, Hampshire, inggris Neil Gaiman : Menyatakan dengan tegas, “Jika Anda tidak membaca, Anda akan tetap bodoh”. Ia menekankan bahwa literasi membuka dunia imajinasi dan pengetahuan yang tidak terbatas, serta membantu membangun empati.
Maka dari itu forum insan cendikia FIC hadir sebagai wadah baru yang bisa menginspirasi generasi muda saat ini yang telah terhayutkan oleh berbagai macam media sosial saat ini, forum insan cendikia adalah wadah yang tepat untuk menyadarkan para generasi muda bahwa pentingnya akan literasi. Forum insan cendikia juga hadir sebagai langkah untuk menuju masa depan yang cerah.
Toko revolusioner seperti Tan Malaka menegaskan bahwa menulis dan membaca sebagai bentuk perlawanan. Ia menyatakan, “Kalau tidak ada pena, aku akan pakai arang. Kalau tidak ada kertas, aku akan menulis di dinding. Tapi aku akan terus menulis”. Bagi dia, tulisan adalah alat untuk membangkitkan kesadaran rakyat yang terjajah, melawan propaganda kolonial, dan mengubah nasib bangsa. Karyanya seperti Materialisme Dialektika dan Logika (MADILOG) dirancang sebagai “bom pikiran” untuk mengajarkan berpikir kritis dan ilmiah kepada masyarakat.
Di forum insan cendikia kita akan di ajarkan berbagai macam aspek tidak hanya sekedar literasi semata tetapi kita juga di ajarkan menulis puisi, cerper, novell, opini, dan lain-lain sehingga wawasan kita akan terbuka lebar dan tidak hanya berfokus kepada satu titik saja yaitu literasi
Belum genap setahun forum insan cendikia FIC telah memberikan kontribusi besar kepada para aktivis yang bergabung kedalamnya di mana forum insan cendikia telah membuktikan karna nya, berbagai macam opini yang telah terbit di berbagai macam saluran berita slah satunya saluran NALARSARU dan MALUT POS tidak hanya itu forum insan cendikia telah berhasil menerbitkan 6 buku yakni Jalan Pulang, PII & Jalan Keberpihakan, Pusat Sastra, Intervensi dan Pendidikan Inklusif yang di terbitkan oleh penerbit OMERA Pustaka (*)











