Forum Insan Cendikia Sebagai Wadah Baru Generasi Muda : Refleksi 1 Tahun FIC Malut

- Penulis Berita

Senin, 5 Januari 2026 - 00:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Ahmad DavinAnggota FIC Malut Sektor Unutara

Membaca, Mencatat Menulis Melawan. Literasi Senjata Kaum Cendikia”

TEMAN-teman di momen sepesial ini di mana Forum Insan Cendikia (FIC) Maluku Utara akan memasuki usia 1 tahun pada tanggal 9 Januari 2026. Kita menyadari bahwa literasi saat ini sangat lah minim dan hampir tidak tersentuh lagi oleh generasi muda, maka dari itu forum insan cendikia FIC hadir sebagai landasan yang kuat untuk melakukan perubahan dalam aspek literasi, FIC tidak hadir karna kebetulan tetapi FIC hadir karena kesadaran yang mendalam bahwa literasi sangat lah penting bagi bangsa dan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini kita melihat dengan kaca mata kita bersama bahwasanya generasi muda saat ini hanya lah terfokus pada teknologi yang modern, saat ini generasi muda di hayutkan oleh media sosial seperti Facebook, Twitter, tiktok, gem online dan lain-lain sehingga mereka lupa akan pentingnya literasi.

Semua itu bisa terjadi karna tidak ada tekanan dari orang tua, guru dan pemerintah. Sehingga generasi saat ini menganggap bahwa literasi saat ini tidak terlalu penting di jaman modern saat ini. Takut nya dengan matinya literasi di generasi muda bisa menimbulkan dampak yang buruk di mana generasi muda tidak tertarik lagi akan pentingnya membaca buku dan hanya berfokus pada media sosial. Saya mengutip sedikit pandangan tokoh yang berasal dari portchester, Hampshire, inggris Neil Gaiman : Menyatakan dengan tegas, “Jika Anda tidak membaca, Anda akan tetap bodoh”. Ia menekankan bahwa literasi membuka dunia imajinasi dan pengetahuan yang tidak terbatas, serta membantu membangun empati.

Maka dari itu forum insan cendikia FIC hadir sebagai wadah baru yang bisa menginspirasi generasi muda saat ini yang telah terhayutkan oleh berbagai macam media sosial saat ini, forum insan cendikia adalah wadah yang tepat untuk menyadarkan para generasi muda bahwa pentingnya akan literasi. Forum insan cendikia juga hadir sebagai langkah untuk menuju masa depan yang cerah.

Toko revolusioner seperti Tan Malaka menegaskan bahwa menulis dan membaca sebagai bentuk perlawanan. Ia menyatakan, “Kalau tidak ada pena, aku akan pakai arang. Kalau tidak ada kertas, aku akan menulis di dinding. Tapi aku akan terus menulis”. Bagi dia, tulisan adalah alat untuk membangkitkan kesadaran rakyat yang terjajah, melawan propaganda kolonial, dan mengubah nasib bangsa. Karyanya seperti Materialisme Dialektika dan Logika (MADILOG) dirancang sebagai “bom pikiran” untuk mengajarkan berpikir kritis dan ilmiah kepada masyarakat.

Di forum insan cendikia kita akan di ajarkan berbagai macam aspek tidak hanya sekedar literasi semata tetapi kita juga di ajarkan menulis puisi, cerper, novell, opini, dan lain-lain sehingga wawasan kita akan terbuka lebar dan tidak hanya berfokus kepada satu titik saja yaitu literasi

Belum genap setahun forum insan cendikia FIC telah memberikan kontribusi besar kepada para aktivis yang bergabung kedalamnya di mana forum insan cendikia telah membuktikan karna nya, berbagai macam opini yang telah terbit di berbagai macam saluran berita slah satunya saluran NALARSARU dan MALUT POS tidak hanya itu forum insan cendikia telah berhasil menerbitkan 6 buku yakni Jalan Pulang, PII & Jalan Keberpihakan, Pusat Sastra, Intervensi dan Pendidikan Inklusif yang di terbitkan oleh penerbit OMERA Pustaka (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Post-Truth dan Matinya Nalar Kritis Publik
Paradoks Program IMS-ADIL Antara Pendidikan Gratis vs Umroh Gratis
Dari Cangkul ke Ekskavator: Krisis Identitas dan Ekologi di Balik Ekspansi Tambang di Maluku Utara
Geothermal dalam Masyarakat Risiko: Kritik Political Ecology atas Ilusi Energi Hijau
“Taba”: Etos Ketabahan Orang Makian
Pendidikan di Era Modern: Menyelaraskan Inovasi Teknologi dengan Nilai Kemanusiaan
Agar Tak Bingung Saat Di Tanya, Mahasiswa Paham Arah Kampusnya
Kampus Tumbuh Dari Dialog, Bukan Dari Ketakutan.
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:56 WIT

Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:56 WIT

Lebaran Beda Tanggal, Warga Moloku Rayakan 20 Maret, Pemerintah dan NU 21 Maret

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:02 WIT

KB PII Halsel Gandeng FIC, Warkop, dan OSIS Se-Bacan Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru

Opini

Post-Truth dan Matinya Nalar Kritis Publik

Kamis, 26 Mar 2026 - 04:27 WIT