Artificial Intellegence dan Wajah Baru Dunia yang Mengubah Tatanan Global

- Penulis Berita

Rabu, 9 Juli 2025 - 17:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Hudri J. WholayAnggota Forum Insan Cendikia (FIC) dan Mahasiswa Hukum Unkhair Ternate. 

SEJAUH mana kesiapan Indonesia di tengah-tengah gempuran AI yang semakin deras mengempur Dunia Saat ini, Sudaka Indonesia Sebagai Sebua Negara yang Besar Siap Akan Hal ini.? Barangkali pertanyaan ini adalah sebuah refleksi kesadaran metodis atas apa yg tampak hari-hari ini, Refleksi tentang perkembagan Dunia di aband ke-21 yang begitu cepat dan sangat kompleks, di tengah-tengah arus globalisasi yang semakin laju, perkembagan dunia seolah berubah seratus derajat celsius dimana pengembagan teknologi mutakhir semakin gencar memgubah wajah dunia seolah tak ter’elakan. Era baru dengan wajah baru. memaksa kita harus tetap tumbuh adaptif agar tetap mengimbangi perkembagan global hari ini.

AI menjadi wajah baru, seola-ola AI adalah pendatang baru yang menetap disebuah wilayah yang memaksa penduduk disebuah wilayah tersebut harus mengikuti kehendakanya! AI adalah sebuah transformasih teknologi canggih, yang mana AI “Artificial Intelligence” dengan metode kecerdasan buatan yang menurut beberapa Ahli kecerdasan ini akan melampaui kecerdasan manusia pada umumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa itu kecerdasan buatan?
kecerdasan buatan, umumnya di defenisikan sebagai sistem kompiter yang mensimulasikan pemikiran dan kemampuan manusia secara akurat. dan periode ini semua terasa begitu cepat, mudah, dan sangat instan. sekali anda mengklik detik itu juga anda akan menemukan apa yg anda cari. tampa harus menguras tenaga dan Otak anda.

Tidak seperti dahulu di masa-masa sekolah ketika anda di bebani tugas Mamatetika oleh Guru, anda musti megunakan cara hitung-hitungan konvensional/klasik untuk mendapatkan jawabannya. sekarang tidak lagi, cukup dengan membuka Kalkulator semua tersaji jawabanya dengan akurat. ini adalah satu dari sekian banyak contoh betapa AI dengan sangat mudahnya memecahkan persoalan” dalam keseharian kita.

Diisinilah letak pertarungan atara manusia dan AI di pertaruhkan! Yuval Noah Harari: Sejarawan dan penulis buku laris “Sapiens” dan ” Homo deus,” Harari. mengamati bagaimana Teknologi seperti kecerdasan buatan dan Bioteknologi akan mengubah kehidupan manusia di masa depan, ia menyoroti potensi disrupsi pekerjaan, peningkatan kesenjangan sosial dan tantangan etika yang akan di timbulkan oleh perkembangan teknologi.

Segalahnya berubah dengan cepat. Perkiraanya bervariasi, tetapi para ahli sepakat bahwa AI akan mengubah sebagian pekerjaan dalam waktu 10 hingga 30 tahun akan datang. Laporan McKinsey memproyeksikan bahwa pada tahu 2030, 30% pekerjaan di AS saat ini dapat di Otomatisasi, dengan 60% di ubah secara singnifikan oleh perangkat AI. Goldman Sachas, memperkirakan bahwa hingga 50% pekerjaan dapat sepenuhnya di Otomatisasi pada tahun 2045 di dorong oleh AI dan Robotika yg generatif.

Goldman Sachas, sebelumnya memperkirakan bahwa 300 pekerjaan akan hilang akibat AI yang mempengaruhi sekitar 25% pasar tenaga kerja global.
Larry Fink, CEO Black Rock yang berbicara di forum Economic Club Of New York bulan ini memperingatkan bahwa dampak AI sudah terlihat di sektor-sektor seperti keuangan dan layanan jasa lainnya dan memprediksi “restrukturisasi” pekerjaan kerah putih pada tahu 2035. tak sampai disitu saja

Tentu ini akan sangat berdapak pada Indonesia sebagai suatu Negara yg besar dengan Jumlah populasinya sekitar 284,44 juta jiwa. di tahun 2025 jumlah ini menempatkan indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. proyeksi ini berdasrkan data dari Badan pusat Statistik (BPS) dengan angka penduduk yang begitu banyak hal ini sagat berdampak pada keberadaan Neagara yg merupakan sebuah Entitas “an sich” yang patut memikirkan cara agar warga negaranya tak tergerus oleh hadirnya AI

barangkali ini ada beberapa tawaran Solusi untuk menghadapi gempuran AI. Potensi Solusi yg perlu di persiapkan indonesia untuk mengatasi tantangan AI kedepan.

Pertama Meningkatkan Infratruktur teknologi untuk mengatasi potensi infrastruktur pemerintah dan sektor swasta perlu bekerja sama untuk meningkatkan infrastruktur teknologi di indonesia, investasi dalam jaringan dan internet yg andal pusat data yg memadai dan perangkat keras yg kuat sangat di perlukan

Kedua Mengembangkan pendidikan dan pelatihan potensi AI Untuk mengatasi keterbatasan tenaga ahli, diperlukan program pendidikan dan pelatihan yang fokus pada AI. Universitas dan lembaga pendindikan perlu mengembangkan kurikulum yang relevan serta bekerja sama dengan industri untuk menyediakan pelatihan praktis

Ketiga meningkatkan regulasi dan kerangka hukum. Pemerintah perlu memperbarui regulasi yg ada dan mengembangkan kerangka hukum yang komprehensif untuk mendukung pengembangan AI. hal ini termasuk memperkuat rgulasi tentang privasi dan etika, serta menyediakan insentif bagi perusahan dan investor yang berinfestasi dalam bidang teknologi AI

Keempat meningkatkan kesadaran dan penerimaan masyarakat. Upaya untuk meningkatkan kesadaran dan penerimaan masyarakat terhadap teknologi sangat penting. kampanye edukasi dan sosialisasi perlu dilakukan untuk menjelaskan manfaat dan potensi AI kedepanya

Dan yang kelima Mendorong Investasi dan dukungan pemerintah. Pemerintah perlu menyediakan dukungan yang lebih besar untuk mengembangkan AI. termasuk dalam investasi riset dan pengembangan, serta insentif bagi perusahan dan investor. selain itu kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan akademisi perlu di perkuat untuk mendorong inovasi dan pengembagan teknologi AI

Jika indonesia tidak mempersiapkan kerangka baru untuk menjemput AI sebagai sebuah pola yang mengubah tataran dunia baru, maka suda dipastikan Ledakan PHK (pemutusan Hubungan Kerja) ada di mana-mana sebab di berbagai macam sektor semisalnya Pendidikan, Kesehatan, perhotelan, dan pada skala perindustrian Ekstra aktif di berbagai macam perusahan-perusahan berskala Macro-Micro tidak lagi membutuhkan manusia sebagai pekerja, melainkan Robot yg akan mengantikan peran manusi dengan dali Efisiensi. Penganguran akan semakin bertambah, ketimpangan sosial akan semakin meluas. dan indonesia akan menjadi negara yang gagal total melindungi masyarakatnya dari ancaman  Artificial Intellegence. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Post-Truth dan Matinya Nalar Kritis Publik
Paradoks Program IMS-ADIL Antara Pendidikan Gratis vs Umroh Gratis
Dari Cangkul ke Ekskavator: Krisis Identitas dan Ekologi di Balik Ekspansi Tambang di Maluku Utara
Geothermal dalam Masyarakat Risiko: Kritik Political Ecology atas Ilusi Energi Hijau
“Taba”: Etos Ketabahan Orang Makian
Pendidikan di Era Modern: Menyelaraskan Inovasi Teknologi dengan Nilai Kemanusiaan
Agar Tak Bingung Saat Di Tanya, Mahasiswa Paham Arah Kampusnya
Kampus Tumbuh Dari Dialog, Bukan Dari Ketakutan.
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Berita Terbaru