Pemkot Ternate Jadikan Benteng Oranje Simbol Komitmen Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan

- Penulis Berita

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 12:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Nalarsatu.com – Pemerintah Kota Ternate menjadikan Benteng Oranje bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menegaskan bahwa Benteng Oranje memiliki nilai historis yang sangat tinggi, bukan hanya bagi masyarakat Maluku Utara, tetapi juga dalam catatan sejarah dunia.

“Benteng Oranje bukan hanya bangunan tua, tetapi saksi sejarah dunia. Jika dahulu menjadi pusat kendali perdagangan, hari ini kita menjadikannya pusat kendali komitmen menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Ternate,” ujar Tauhid dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tauhid menekankan, langkah ini merupakan wujud nyata bahwa pelestarian sejarah dan pembangunan daerah dapat berjalan beriringan. Menurutnya, komitmen menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan harus dimulai dari ruang-ruang publik yang menjadi identitas kota.

Ia juga mengajak masyarakat Ternate untuk menjadikan Benteng Oranje sebagai inspirasi bersama dalam memperkuat kesadaran menjaga lingkungan, sekaligus membangun citra kota yang lebih ramah, bersih, dan sehat.

“Kalau dulu Benteng Oranje simbol kolonialisme, maka sekarang kita wariskan kembali sebagai simbol peradaban baru: kota yang maju, bersih, dan sehat,” tandasnya.

 

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa
Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 08:41 WIT

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:56 WIT

Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Berita Terbaru