dr. Nurmala Dewi, MHPE: Masyarakat Pesisir Perlu Terampil Tangani Korban Tenggelam Sejak Detik Pertama

- Penulis Berita

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 07:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Nalarsatu.com – Laut adalah ruang hidup sekaligus potensi risiko bagi masyarakat pesisir. Kesadaran inilah yang mendorong dr. Nurmala Dewi, MHPE, untuk turun langsung memberikan edukasi dan pendampingan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Sosialisasi dan Pendampingan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD)” di Kelurahan Sulamadaha, Kota Ternate, Sabtu (2/8/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Terbuka Pantai Sulamadaha ini diikuti puluhan warga dari berbagai kelompok usia mulai dari nelayan, ibu rumah tangga, hingga remaja pesisir. Tujuannya sederhana namun vital: membangun kesiapsiagaan warga dalam menghadapi keadaan darurat, khususnya insiden tenggelam dan korban tidak sadar yang kerap terjadi di wilayah perairan.

dr. Nurmala Dewi menegaskan bahwa pelatihan seperti ini penting karena masyarakat pesisir adalah kelompok yang paling rentan terhadap kecelakaan di laut. Pengetahuan tentang basic life support (BLS) atau bantuan hidup dasar menjadi kemampuan pertama yang harus dimiliki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin masyarakat tidak panik ketika menghadapi korban tenggelam atau tidak sadar. Penanganan awal yang tepat dalam beberapa menit pertama dapat menentukan keselamatan korban,” ujar dr. Nurmala Dewi kepada Nalarsatu.com usai kegiatan.

Kegiatan di Gedung Terbuka Kel.Sulamadaha

Pelatihan ini tidak berhenti pada teori. Para peserta diajak mempraktikkan resusitasi jantung paru (RJP), teknik membuka jalan napas, hingga cara melakukan penanganan darurat sebelum evakuasi medis. Lima orang mahasiswa turut membantu sebagai fasilitator lapangan, memastikan setiap peserta benar-benar memahami teknik pertolongan dasar secara praktis.

Tak hanya pelatihan, tim juga melakukan pendampingan untuk membentuk kelompok siaga tanggap darurat berbasis masyarakat pesisir. Melalui pendekatan ini, setiap warga diharapkan menjadi bagian dari jejaring penyelamat di lingkungannya sendiri.

Menurut dr. Nurmala Dewi, pelatihan semacam ini tidak boleh berhenti di satu kegiatan, melainkan menjadi tradisi belajar berkelanjutan.

“Harapan kami, warga Sulamadaha tidak hanya tahu, tapi juga mampu mempraktikkan pertolongan pertama secara benar. Dengan demikian, kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat akan semakin meningkat,” ujarnya.

Kegiatan ikut sertakan oleh warga setempat

Pihak Kelurahan Sulamadaha memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurut mereka, program tersebut menyentuh kebutuhan riil masyarakat yang sehari-hari hidup dan bekerja di lingkungan pantai serta perairan.

Warga pun berharap pelatihan semacam ini bisa menjadi agenda rutin, tidak hanya di Sulamadaha, tetapi juga di kelurahan pesisir lain di Kota Ternate.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menegaskan kembali peran tenaga kesehatan dan akademisi dalam memperkuat kapasitas masyarakat bukan hanya melalui pelayanan klinis, tetapi lewat transfer ilmu, keterampilan, dan kepedulian sosial yang menyelamatkan nyawa.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:00 WIT

Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:21 WIT

BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru