PHAI dan BARAH Desak Polres Halsel Periksa Noce Totononu, Panitia Bupati Cup Diduga Lalai hingga Picu Bentrok Pemuda

- Penulis Berita

Jumat, 31 Oktober 2025 - 04:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BACAN, Nalarsatu.com – Gelaran Bupati Cup di GOR Desa Tokona, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, berbuntut panjang. Acara yang semestinya menjadi ajang persatuan olahraga justru berakhir ricuh, memicu bentrok antara pemuda Desa Babang dan Desa Kupal, hingga menyebabkan korban luka.

Peristiwa ini kini disorot tajam oleh Perhimpunan Advokat Muda Indonesia (PHAI) Halmahera Selatan dan Barisan Rakyat Halmahera (BARAH). Kedua organisasi tersebut menilai bahwa panitia pelaksana, khususnya Noce Totononu, telah lalai dalam penyelenggaraan kegiatan dan gagal memenuhi standar pengamanan serta izin resmi dari kepolisian.

“Kegiatan sebesar Bupati Cup seharusnya dilengkapi dengan izin keramaian dan pengamanan resmi dari Polres. Kelalaian panitia, khususnya saudara Noce Totononu, sangat fatal karena menyebabkan pertikaian dan korban luka,” tegas Adi Haji Adam, Ketua BARAH, kepada Nalarsatu.com, Kamis (30/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adi menilai, peristiwa tersebut menjadi bukti lemahnya tanggung jawab penyelenggara kegiatan yang seharusnya memastikan seluruh aspek keamanan terpenuhi sebelum acara berlangsung. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk memeriksa panitia secara terbuka agar tidak ada upaya menutup-nutupi kesalahan administrasi maupun kelalaian yang berdampak hukum.

Sementara itu, Ketua PHAI Halmahera Selatan, Safri Nyong, menegaskan bahwa pihaknya mendukung langkah penegakan hukum atas insiden tersebut. Menurutnya, pertandingan yang melibatkan massa besar tanpa izin resmi dan tanpa pengamanan dari aparat jelas melanggar aturan dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

“Kami mendesak Polres Halmahera Selatan segera memanggil dan memeriksa saudara Noce Totononu. Tidak boleh ada pembiaran. Ini menyangkut keselamatan publik dan marwah hukum,” tegas Safri Kamis (30/10).

Diketahui, pasca-bentrok, tokoh masyarakat dari Desa Babang dan Desa Kupal telah melakukan upaya perdamaian secara kekeluargaan. Pertemuan itu dihadiri oleh sejumlah aparat pemerintah dan tokoh adat, dan menghasilkan kesepakatan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Namun demikian, korban dalam peristiwa itu tetap memilih melanjutkan proses hukum, dan seluruh pihak menyatakan menghormati langkah tersebut sebagai bagian dari penegakan keadilan.

“Kami menghargai langkah damai antar desa, tapi perdamaian sosial tidak menghapus tanggung jawab hukum. Hukum tetap harus berjalan,” tegas Safri Nyong.

PHAI dan BARAH menilai, langkah hukum yang diambil korban merupakan bentuk tegaknya keadilan sosial dan tanggung jawab hukum individu, serta menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan panitia kegiatan publik agar lebih profesional dan patuh pada prosedur perizinan serta keamanan.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Halmahera Selatan maupun Noce Totononu belum memberikan keterangan resmi terkait desakan pemeriksaan tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel
Berita ini 182 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Berita Terbaru