Puluhan Ribu Pekerja Padati Industri di Halsel, 3.882 di Antaranya Tenaga Kerja Asing

- Penulis Berita

Minggu, 2 November 2025 - 14:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHA, Nalarsatu.com – Arus pekerja di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terus meningkat tajam sepanjang 2025. Berdasarkan data resmi Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Ditransker) Halsel per Oktober 2025, tercatat 21.913 tenaga kerja yang kini beraktivitas di berbagai sektor industri strategis di wilayah tersebut.

Jumlah itu terdiri dari 8.338 tenaga kerja lokal, 9.693 tenaga kerja antardaerah, dan 3.882 tenaga kerja asing (TKA).

Pekerja-pekerja itu tersebar di 10 industri pertambangan nikel (smelter), 8 perusahaan tambang nikel dan emas, 3 perusahaan konstruksi, 5 perusahaan kehutanan, 1 perusahaan perkebunan, 2 perusahaan pariwisata, serta 3 perusahaan perikanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Halmahera Selatan, Daud Jubedi, menjelaskan bahwa data tersebut merupakan hasil pembaruan terakhir pihaknya hingga akhir Oktober.

“Jumlah tenaga kerja ini merupakan data terbaru yang kami update per Oktober 2025,” kata Daud kepada Nalarsatu.com, Kamis (30/10/2025).

Daud menegaskan, selama ini Ditransker Halsel baru memungut retribusi dari tenaga kerja asing (TKA) melalui mekanisme perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).

Namun, pihaknya kini tengah mengkaji kemungkinan pungutan retribusi terhadap tenaga kerja antardaerah guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita lagi berusaha menggarapnya, biar tidak hanya TKA, tapi ada sektor-sektor lain termasuk pekerja luar daerah. Jadi nanti kita lihat regulasi dan kewenangannya seperti apa,” jelas Daud.

Menurutnya, sebagian besar tenaga kerja dari luar daerah tersebut bekerja di kawasan industri pertambangan nikel di Pulau Obi kawasan yang kini tumbuh menjadi episentrum investasi industri logam di Maluku Utara.

Daud juga mengungkapkan bahwa jumlah TKA di Halsel terus meningkat dari tahun ke tahun, didominasi oleh tenaga kerja asal Cina yang bekerja di sektor industri nikel.

“Jumlah TKA kan 3.882, kalau kita lihat dari tahun ke tahun, itu ada peningkatan. Mayoritas mereka dari Cina yang bekerja di industri pertambangan nikel,” tandasnya.

Lebih lanjut, Daud menambahkan, penerimaan retribusi IMTA untuk TKA pada tahun anggaran 2025 telah mencapai Rp44,2 miliar, dari total target Rp47 miliar.

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Berita Terbaru