GPM–FPAKI Gempur Pemkot Ternate: Ungkap Dugaan Korupsi Pajak dan Retribusi, Desak Polda dan Kejati Tangkap Pejabat Terlibat

- Penulis Berita

Kamis, 13 November 2025 - 11:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate, Nalarsatu.com – Aksi unjuk rasa Besar di Kota Ternate, Kamis (13/11/2025). Gabungan Gerakan Persatuan Mahasiswa (GPM) Ternate dan Forum Pemuda Anti Korupsi Indonesia (FPAKI) Maluku Utara turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate atas dugaan kuat penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan Retribusi Sampah yang dinilai telah “mencekik rakyat dan merampas hak publik.”

Aksi dilakukan di depan Kantor Wali Kota Ternate, Gedung DPRD, dan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Massa membawa spanduk bertuliskan “Rakyat Gelap, Uang Pajak Hilang!” sebagai bentuk kemarahan terhadap kinerja Pemkot yang dianggap gagal mengelola keuangan daerah secara transparan.

Koordinator aksi, Juslan Latif, menegaskan bahwa aparat penegak hukum, baik Polda Maluku Utara maupun Kejati Malut, tidak boleh tinggal diam menghadapi dugaan penyimpangan yang sudah sangat terang benderang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada indikasi kuat penyalahgunaan uang rakyat dari sektor pajak dan retribusi. Pajak Penerangan Jalan yang wajibnya untuk penerangan publik, justru tidak jelas ke mana mengalirnya,” tegas Juslan saat orasi Kamis (13/11).

Ia menjelaskan, dasar hukum pengelolaan pajak dan retribusi daerah sudah diatur tegas dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT-TL), yang menetapkan tarif maksimal PPJ sebesar 10 persen dan wajib dialokasikan untuk penyediaan serta pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Namun, kata Juslan, realitas di lapangan jauh dari aturan.

“Coba lihat! Banyak titik di Kota Ternate gelap gulita, padahal tiap bulan masyarakat dipaksa bayar PPJ lewat tagihan listrik PLN. Fungsi lampu penerangan jalan untuk keselamatan dan keamanan publik malah diabaikan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dikantongi GPM–FPAKI, terdapat 70.827 pelanggan PLN di Kota Ternate, dan seluruhnya otomatis membayar PPJ tiap bulan. Dari perhitungan kasar, pendapatan PPJ mencapai Rp2,3 hingga Rp2,4 miliar per bulan, atau sekitar Rp27,6 miliar per tahun.

“Itu bukan angka kecil! Lalu ke mana uang sebesar itu? Rakyat berhak tahu!,” seru Juslan disambut teriakan “Usut! Usut!” dari massa aksi.

Lebih jauh, GPM–FPAKI juga menyoroti dugaan pelanggaran dalam pengelolaan retribusi sampah. Seharusnya, sesuai mekanisme, pungutan dilakukan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BP2RD, namun Pemkot justru mengalihkan pungutan ke Perumda Ake Gaale tanpa dasar hukum yang jelas.

“Warga tiap bulan dipalak Rp10.000 per kepala keluarga oleh Perumda Ake Gaale. Tapi uang itu bukan masuk kas daerah, malah jadi utang perusahaan BUMD itu sebesar Rp1,2 miliar. Ini skandal yang tidak bisa ditolerir!” tegasnya.

Aksi GPM–FPAKI juga menegaskan bahwa dugaan penyimpangan dana PPJ telah resmi diusut oleh Polda Maluku Utara berdasarkan instruksi langsung Kapolda Malut. Namun mereka khawatir penyelidikan hanya akan berhenti di level teknis tanpa menyentuh aktor utama di balik kebijakan.

“Jangan berhenti di bawah! Kami desak aparat hukum periksa pejabat tinggi Pemkot Ternate, termasuk mantan Kepala BP2RD, Dirut Perumda Ake Gaale, bahkan Wali Kota Ternate sebagai kuasa pemilik modal. Tidak boleh ada yang kebal hukum!” teriak Juslan.

Berikut tuntutan resmi massa aksi GPM–FPAKI Maluku Utara:

1. Mempertanyakan dugaan penyimpangan dana Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Kota Ternate Tahun 2024–2025 yang kini sedang diusut Polda Maluku Utara.

2. Mendesak Polda Malut memeriksa seluruh pihak terkait, terutama mantan Kepala BP2RD Jufri Ali, terkait pengelolaan dana PPJ.

3. Mendesak Kejati Malut segera menelusuri dana Retribusi Sampah Rp10.000 per pelanggan (35.000 pelanggan) yang dikelola tanpa dasar hukum oleh Perumda Ake Gaale.

4. Menuntut aparat hukum memanggil dan memeriksa Wali Kota Ternate serta Dirut Perumda Ake Gaale atas dugaan utang retribusi sebesar Rp1,2 miliar.

5. Menuntut Komisi II DPRD Kota Ternate segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BP2RD, DLH, dan Perumda Ake Gaale untuk membuka seluruh data pajak dan retribusi secara publik.

Dalam penutup orasi, massa aksi menegaskan akan melanjutkan gelombang demonstrasi hingga Walikota Ternate dan pihak terkait diperiksa secara hukum.

“Rakyat sudah muak dibohongi! Pajak dibayar, tapi kota tetap gelap dan kotor. Ini bentuk nyata pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Satpol PP Halsel Razia Tempat Hiburan Malam, Lima LC Diamankan dan Dibina
PT Wijaya Kencana dan PT Poleko Yubarson Salurkan Pupuk Organik, Dukung Ketahanan Pangan Petani Obi
BARAH dan ASLAD Semprot Harita Group: Janji Pelabuhan Speed Boat Tak Kunjung Terwujud, Massa Siap Turun Besar-Besaran
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:43 WIT

HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:58 WIT

Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:12 WIT

Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda

Senin, 1 Juni 2026 - 01:36 WIT

Satpol PP Halsel Razia Tempat Hiburan Malam, Lima LC Diamankan dan Dibina

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:53 WIT

PT Wijaya Kencana dan PT Poleko Yubarson Salurkan Pupuk Organik, Dukung Ketahanan Pangan Petani Obi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40 WIT

BARAH dan ASLAD Semprot Harita Group: Janji Pelabuhan Speed Boat Tak Kunjung Terwujud, Massa Siap Turun Besar-Besaran

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:26 WIT

Kepala ULP PLN Saketa Angkat Bicara Soal Beban Listrik dan Masa Depan Infrastruktur Energi

Berita Terbaru