“Gereja Tanpa Air: Jemaat GPM Kawasi Terpaksa Gali Sumur Baru

- Penulis Berita

Selasa, 25 November 2025 - 00:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OBI,Nalarsatu.com –  Kawasi, Halmahera Selatan. Di sebuah kampung yang dikepung aktivitas industri raksasa, Jemaat GPM Kawasi justru harus menghadapi kenyataan pahit: ketiadaan air bersih bahkan untuk kebutuhan ibadah. Rumah ibadah yang seharusnya menjadi ruang sakral dan nyaman berubah menjadi tempat di mana warga terpaksa menahan kebutuhan dasar mereka.

Sumur gereja yang selama ini menjadi tumpuan berubah keruh dan berlumpur. Akibatnya, air untuk WC dan sanitasi kebutuhan paling mendasar dalam pelaksanaan ibadah tidak lagi tersedia. Warga jemaat terpaksa turun tangan sendiri, menggali sumur baru secara gotong-royong agar kegiatan ibadah tidak terganggu.

Menurut Edy E. A. Karamaha, situasi ini bukan sekadar masalah teknis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau untuk buang air saja warga harus pulang ke rumah, itu artinya pelayanan dasar benar-benar gagal. Gereja harusnya menjadi rumah yang memuliakan umat, bukan tempat yang memaksa orang menahan kebutuhan paling dasar,” tegasnya.

Di tengah krisis air bersih ini, Jemaat GPM Kawasi justru sedang mempersiapkan diri sebagai tuan rumah tiga agenda akbar Gerejawi tahun 2026:

1. Persidangan Jemaat ke-XXIII,

2. Konferensi Daerah AM GPM Pulau-Pulau Obi, dan

3. Persidangan Klasis Pulau-Pulau Obi.

Dengan tanggung jawab sebesar itu, ketiadaan air bersih bukan hanya memalukan tetapi juga menghambat pelayanan.

Edy mengungkapkan bahwa warga sebenarnya sudah lama menyampaikan aspirasi terkait suplai air bersih kepada pihak perusahaan. Meskipun CSR perusahaan telah melakukan perbaikan dan pemasangan pipa baru, suplai air ke rumah ibadah justru telah terhenti selama berbulan-bulan.

“Perbaikan itu hanya tambal sulam. Tidak menyentuh akar masalah. Apa gunanya pipa baru kalau airnya tidak mengalir?” kata Edy.

Akhirnya, warga jemaat baik laki-laki maupun perempuan mengerjakan sendiri apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan perusahaan: menggali sumber air baru. Pemandangan warga gereja yang mengangkat cangkul dan sekop itu adalah simbol kuat dari solidaritas, sekaligus simbol kegagalan pihak yang wajib menyediakan layanan dasar.

Aktifitas Warga Buat Sumur Baru

Edy menegaskan bahwa air bersih bukanlah kemewahan akan tetapi hak untuk hidup.

“Air bersih itu hak. Hak untuk hidup sehat, beribadah dengan layak, dan hidup bermartabat. Kalau kebutuhan sesederhana ini pun tidak dipenuhi, maka ada yang betul-betul salah dalam sistem pelayanan publik dan tanggung jawab sosial perusahaan di Kawasi,” tegasnya Senin (24/11).

Ia mendesak Pemerintah Halmahera Selatan dan PT Harita Group melakukan evaluasi total atas sistem penyediaan air di Kawasi. Menurutnya, selama penanganan hanya bersifat parsial, warga akan terus menjadi korban.

“Warga tidak menuntut lebih. Mereka hanya meminta hak mereka. Jangan biarkan sumur berlumpur ini menjadi simbol kelalaian yang dibiarkan bertahun-tahun,” tutup Edy. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Berita Terbaru