EK-LMID Ternate Gelar Aksi Peringati 16 HAKTP, Tuntut Penghentian Kekerasan Terhadap Perempuan

- Penulis Berita

Rabu, 26 November 2025 - 08:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate, Nalarsatu.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Indonesia untuk Dekokrasi (EK-LMID) Ternate menggelar aksi solidaritas dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) di depan Kantor Wali Kota Ternate, Senin (25/11). Aksi ini menyoroti maraknya kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dan Maluku Utara serta mendesak negara untuk memberikan perlindungan yang lebih serius bagi perempuan.

Massa aksi membawa poster dan spanduk bertuliskan “Hentikan Kekerasan terhadap Kaum Perempuan” dan “Memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan”. Mereka juga membacakan pernyataan sikap berdasarkan sejarah panjang kekerasan terhadap perempuan, termasuk kekerasan yang dilakukan rezim politik masa lalu di Indonesia.

Massa aksi turut menyinggung data kekerasan terhadap perempuan, baik secara nasional maupun regional. Secara nasional, kasus kekerasan terhadap perempuan masih berada pada angka puluhan ribu tiap tahun. Sementara di Maluku Utara, tercatat 246 kasus hingga September 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua LMID Kota Ternate, Ashabillah Suleman, menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan bukan hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai bentuk perlawanan terhadap struktur kekuasaan yang membiarkan kekerasan terjadi.

“Kekerasan terhadap perempuan di negeri ini bukan hanya persoalan individu, tetapi persoalan struktural. Negara, pemerintah daerah, hingga aparat birokrasi punya andil dalam membiarkan kekerasan ini terus terjadi,” ujar Ashabillah saat diwawancara

Ia menambahkan bahwa perempuan di Maluku Utara menghadapi tekanan berlapis, mulai dari kekerasan domestik hingga dampak perampasan ruang hidup akibat industri ekstraktif.

“Perempuan di Maluku Utara menjadi korban dari dua hal sekaligus, kekerasan rumah tangga dan kekerasan struktural akibat tambang serta perampasan ruang hidup. Negara harus turun tangan, bukan hanya mengeluarkan regulasi, tetapi memastikan perlindungan nyata,” tegasnya.

Dalam tuntutannya, massa aksi menyatakan delapan poin penting:

1. Sahkan UU PPRT dan UU TPKS secara menyeluruh.

2. Tolak glorifikasi Soeharto, karena dianggap sebagai pelaku pelanggaran HAM dan kekerasan terhadap perempuan.

3. Hentikan perampasan ruang hidup di Maluku Utara.

4. Bebaskan seluruh tapol di Indonesia.

5. Cabut skorsing terhadap kawan Damar.

6. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis.

7. Hapus seluruh kekerasan berbasis gender dan wujudkan kesetaraan.

8. Hentikan seluruh bentuk perampasan ruang hidup dan eksploitasi sumber daya di Maluku Utara.

Aksi yang berlangsung damai tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan kekerasan terhadap perempuan memerlukan keberpihakan yang tegas dari negara serta kesadaran kolektif masyarakat untuk menghapus budaya kekerasan yang masih mengakar. (Red/D’Eks)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Satpol PP Halsel Razia Tempat Hiburan Malam, Lima LC Diamankan dan Dibina
PT Wijaya Kencana dan PT Poleko Yubarson Salurkan Pupuk Organik, Dukung Ketahanan Pangan Petani Obi
BARAH dan ASLAD Semprot Harita Group: Janji Pelabuhan Speed Boat Tak Kunjung Terwujud, Massa Siap Turun Besar-Besaran
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:43 WIT

HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:58 WIT

Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:12 WIT

Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda

Senin, 1 Juni 2026 - 01:36 WIT

Satpol PP Halsel Razia Tempat Hiburan Malam, Lima LC Diamankan dan Dibina

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:53 WIT

PT Wijaya Kencana dan PT Poleko Yubarson Salurkan Pupuk Organik, Dukung Ketahanan Pangan Petani Obi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40 WIT

BARAH dan ASLAD Semprot Harita Group: Janji Pelabuhan Speed Boat Tak Kunjung Terwujud, Massa Siap Turun Besar-Besaran

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:26 WIT

Kepala ULP PLN Saketa Angkat Bicara Soal Beban Listrik dan Masa Depan Infrastruktur Energi

Berita Terbaru