Arah Baru Generasi Muda Obi: Pesan Tajam Petani Milenial Dabo untuk Kemandirian Pangan dan Lingkungan

- Penulis Berita

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OBI, Nalarsatu.com – Di tengah tingginya ketergantungan masyarakat Obi Kabupaten Halmahera Selatan pada beras impor, keresahan terhadap masa depan pangan dan lingkungan semakin mengemuka. Harga beras yang terus melonjak dari tahun ke tahun tak hanya menekan ekonomi rumah tangga, tetapi juga memperlihatkan betapa rawannya ketahanan pangan di wilayah kepulauan tersebut.

Kondisi ini menjadi titik balik bagi generasi muda Obi untuk membaca peluang sekaligus mengambil peran. Di saat sebagian besar pembangunan bertumpu pada industri nikel dan pertambangan, seorang pemuda bernama Dabo alias Darwan, tampil dengan gagasan yang berbeda adalah membangun kekuatan ekonomi dari tanah sendiri.

Melalui inisiatifnya, lahirlah Kelompok Tani Muda Milenial Obi sebuah wadah yang mengajak generasi Z untuk tidak hanya mengejar pekerjaan di sektor industri besar, tetapi ikut menggerakkan pertanian, perikanan, dan UMKM sebagai fondasi ekonomi lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketergantungan pada beras luar daerah adalah ancaman bagi masa depan kita. Generasi muda harus berani mengambil langkah untuk mengubah keadaan,” ujar Dabo saat ditemui Nalarsatu.com.

Dabo Petani Milenial Obi

Dabo menegaskan bahwa membangun kemandirian pangan bukan satu-satunya tugas generasi muda. Mereka juga memikul tanggung jawab moral untuk menjaga alam di tengah maraknya izin usaha pertambangan (IUP) yang terus dikeluarkan pemerintah.

“Generasi muda Obi harus menjadi garda terdepan. Kita wajib memastikan pembangunan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Padi Petani Milenial Obi

Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti menjaga tanah, air, dan hutan tidak boleh hilang ditelan kemajuan industri. Justru, nilai-nilai itulah yang menjadi identitas dan kekuatan masyarakat Obi sejak dahulu.

Dabo mengingatkan bahwa sejarah panjang industri ekstraktif di berbagai daerah menunjukkan satu pola: kemiskinan struktural, kerusakan lingkungan, dan ketergantungan.

“Tambang dan perusahaan kayu bukan jalan utama untuk menyejahterakan rakyat. Yang benar-benar mengangkat ekonomi adalah pertanian, perikanan, dan usaha lokal yang berbasis potensi alam yang lestari,” ucapnya.

Ia menilai bahwa generasi muda Obi tidak boleh lagi terjebak pada pola pikir bahwa lapangan kerja tambang adalah satu-satunya masa depan. Dengan kreativitas, teknologi, dan semangat kolaborasi, sektor pangan justru menyimpan potensi besar untuk membuka sumber pendapatan baru.

“Jangan pernah malu menjadi petani. Ini pekerjaan paling mulia memberi makan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan alam,” tambah Dabo. (red)

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Berita Terbaru