Pendidikan di Era Modern: Menyelaraskan Inovasi Teknologi dengan Nilai Kemanusiaan

- Penulis Berita

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Oleh: Afrid IdhamLiteracy Activist Forum Insan Cendikia Sektor Unutara & Mahasiswa Pendidikan IPS Unutara

MENJADI mahasiswa Pendidikan IPS di Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara adalah langkah sadar saya untuk menjemput profesi guru. Namun, di pundak profesi ini, terpikul pertanyaan besar, Apa makna sejati pendidikan di tengah kepungan era modern?

​Pendidikan sejatinya adalah usaha terencana untuk memanusiakan manusia mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral. Saat ini, kita berdiri di persimpangan jalan. Di satu sisi, digitalisasi menawarkan akses sumber belajar tanpa batas dan metode interaktif yang memukau. Namun di sisi lain, jika teknologi diadopsi tanpa ruh kemanusiaan, pendidikan berisiko terjebak menjadi sekadar sistem mekanis yang mengejar efisiensi dan hasil angka, sementara aspek akhlak, sopan santun, dan empati kian terpinggirkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kehadiran teknologi memungkinkan siswa belajar mandiri dengan ritme mereka sendiri serta memperkuat literasi digital. Namun, tantangan terbesarnya adalah menjaga agar inovasi ini tidak menggerus peran kemanusiaan.

​Fenomena kekerasan di lingkungan sekolah yang kerap viral di media sosial baik dari guru maupun murid menjadi alarm keras bagi kita. Ini adalah bukti nyata bahwa ada retakan dalam aspek mental, emosional, dan relasi manusiawi di sekolah. Teknologi tidak boleh menggantikan kehangatan interaksi, ia harus menjadi jembatan, bukan dinding pemisah antara pendidik dan peserta didik.

​Di era Society 5.0, teknologi dan masyarakat harus terintegrasi secara harmonis. Pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada keterampilan praktis-teknokratis semata. Jika kita hanya mengejar skill teknis dan mengabaikan nilai batiniah, kita sedang menciptakan robot, bukan manusia.

​Pendidikan modern harus mendefinisikan ulang posisinya, Teknologi adalah alat sementara nilai kemanusiaan adalah kompas.

​Empati, Etika, dan Tanggung Jawab Harus menjadi penggerak utama dalam pembentukan karakter. ​Generasi Z dan Alpha Harus kita arahkan agar tidak hanya “melek teknologi”, tetapi juga “melek moral”.

​Masa depan pendidikan yang ideal bukanlah tentang seberapa canggih gawai di dalam kelas, melainkan seberapa mampu kita menyelaraskan kemajuan teknis dengan keluhuran budi pekerti secara seimbang. ​Sejalan dengan pemikiran tokoh bangsa, Tan Malaka bahwa ​”Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan.” ​Jika salah satu dari ketiga hal tersebut hilang, maka pendidikan telah gagal dalam tugas sucinya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kepemimpinan Bahlil Lahadalia dalam Dinamika Investasi dan Politik Nasional
Hilangnya Akses atas Tanah dalam Proyek Strategis Nasional: Analisis Kasus Bapak Alimusu di Obi, Halmahera Selatan
Miliaran Rupiah Menguap, Maidi Hanya Dapat Tumpangan Masalah
Kajian Sosiologi Terhadap Fenomena Belanja Online
Logika Akumulasi dan Ekologi yang Tersingkirkan
DOB Sofifi: Vonis Mati Atas Kegagalan Pemkot Tidore?
RSUD Tidore “Cuci Piring” di Balik Hutang Rp2,6 Miliar; Transparansi Dana atau Sekadar Topeng Ketidakadilan?
Post-Truth dan Matinya Nalar Kritis Publik
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:40 WIT

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIT

BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:13 WIT

Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:02 WIT

Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:29 WIT

Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIT

KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:58 WIT

DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Berita Terbaru