Paradoks Program IMS-ADIL Antara Pendidikan Gratis vs Umroh Gratis

- Penulis Berita

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : IDILFITRI YUSUP

TULISAN Ini Merupakan Tanggapan Dari Program Umroh Gratis Oleh Bupati Halmahera Tengah bahwa “narasi umroh gratis bukan solusi untuk menjawab problem kompleks di halmahera tengah”

Kabupaten Halmahera Tengah merupakan wilayah terkaya di Maluku Utara dengan sumber daya alam yang melimpah seperti pertambangan, pertanian, dan perikanan. Akan tetapi, kondisi yang kaya ini ternyata masih bergulat dengan tantangan pembangunan dasar seperti pembangunan suprastruktur yaitu meliputi pendidikan dan kesehatan, sedangkan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada aspek pembangunan suprastruktur seperti pendidikan, berdasarkan data pusat statistik (BPS) 2024 menunjukan bahwa angka putus sekolah di halmahera tengah mencapai 15-20%, lebih tinggi dari rata-rata nasional yaitu 10%, itu menandakan bahwa halmahera tengah menjadi kabupaten dengan krisis sumber daya manusia terbanyak. Padahal, peningkatan ekonomi tertinggi di maluku utara adalah kabupaten hamahera tengah itu sendiri.

Setelah IMS-ADIl terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah merupakan jawaban terhadap problem tersebut, dengan komitmen pendidikan gratis. narasi pendidikan gratis diterima hangat oleh seluruh masyarakat halmahera tengah. Kondisi ini tentu mengakibatkan sebuah peluang besar kepada masyarakat halmahera tengah agar dapat menyekolahkan anak-anaknya untuk meraih impian yang selama ini mereka pendamkan.

Semenjak dikabarkan program pendidikan gratis, seluruh masyarakat halmahera tengah menyambut kabar itu dengan penuh rasa haru, bahkan optimis bahwa masa depan anaknya telah terjamin. Namun nyatanya, hal tersebut hanyalah narasi manis di bibir dan tidak objektif terjadi dilapangan.

Kondisi tersebut berdasarkan pantaun penulis, bahwa program beasiswa pendidikan gratis ala IMS-ADIL ternyata tidak berjalan baik khususnya bagi mahasiswa yang telah berkuliah di seluruh universitas yang ada di maluku utara dan diluar maluku utara umumnya. Problem ini dialami langsung oleh kawan-kawan penulis baik yang melanjutkan kuliah S1 maupun S2 itu sendiri. Oleh karena itu, penulis menyadari betul bahwa program pendidikan gratis mesti di afirmasi kembali dengan komitmen untuk tetap menjalankanya tanpa perlu program tambahan yang sifatnya populis seperti umroh gratis.

Menurut penulis, bahwa pendidikan gratis merupakan hak asasi setiap orang sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, yaitu pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa Ayat (1) setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan Ayat (2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Sementara itu, program umroh gratis untuk masyarakat di halmahera tengah menurut penulis muncul sebagai kebijakan populis, maksudnya sebuah kebijakan dengan maksud dan tujuan tertentu demi terafiliasi kepentingan politik berjangka panjang dan program tersebut jauh dari problem kompleks helmahera tengah yang sebenarnya. Oleh karena itu, umroh gratis bukan solusi dalam menjawab tantangan dan problem di halmahera tengah sehingga pemerintah mesti berpikir kembali dalam menjalankan program tersebut.

Menurut penulis pemerintah mesti tetap memfokuskan kebijakan dan komitmennya untuk tetap memprioritaskan pendidikan gratis sepenuhnya dari pada mengalokasikan anggaran untuk umroh gratis. Alasannya sederhana bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang membangun manusia unggul, sedangkan umroh gratis bersifat konsumtif dan kurang berdampak pada kesejahteraan massal.

Konteks kesejahteraan di halmahera tengah menuntut prioritas pada kebutuhan primer. Itu artinya program pendidikan gratis penting dan wajib menjadi perhatian serius pemerintah. Berbeda dengan umroh gratis, umroh gratis justru kontarproduktif dengan problem di halmahera tengah walaupun umroh adalah ibadah sunnah yang muliah, tetapi pendidikan merupakan warisan muliah dalam menekankan pentinya ilmu pengetahuan sebagai pondasi peradaban.

Mengutip Imam Ali bahwa tiada warisan yang lebih berharga dari pada akal dan tiada warisan yang lebih utama dari pada pendidikan. Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia menjadi manusiawi. Pendidikan adalah pabrik peradaban, dengan pendidikan maka terbentuklah generasi ulama-ulama moderen yang berakhakulkarimah.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Post-Truth dan Matinya Nalar Kritis Publik
Dari Cangkul ke Ekskavator: Krisis Identitas dan Ekologi di Balik Ekspansi Tambang di Maluku Utara
Geothermal dalam Masyarakat Risiko: Kritik Political Ecology atas Ilusi Energi Hijau
“Taba”: Etos Ketabahan Orang Makian
Pendidikan di Era Modern: Menyelaraskan Inovasi Teknologi dengan Nilai Kemanusiaan
Agar Tak Bingung Saat Di Tanya, Mahasiswa Paham Arah Kampusnya
Kampus Tumbuh Dari Dialog, Bukan Dari Ketakutan.
Satu Napas Perubahan : Manifesto Satu Tahun Forum Insan Cendikia
Berita ini 162 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:56 WIT

Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:56 WIT

Lebaran Beda Tanggal, Warga Moloku Rayakan 20 Maret, Pemerintah dan NU 21 Maret

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:02 WIT

KB PII Halsel Gandeng FIC, Warkop, dan OSIS Se-Bacan Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru

Opini

Post-Truth dan Matinya Nalar Kritis Publik

Kamis, 26 Mar 2026 - 04:27 WIT