IPMMA Desak APH Usut Dugaan Skandal Proyek Talud Maidi Senilai Rp8,8 Miliar

- Penulis Berita

Senin, 11 Mei 2026 - 10:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidore, Nalarsatu.com – Proyek pembangunan talud di Desa Maidi, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, kini tengah menjadi sorotan tajam. Ikatan Pelajar Mahasiswa Maidi (IPMMA) secara terbuka menuding adanya aroma “kongkalikong” antara penguasa dan pengusaha di balik proyek senilai Rp8.825.400.000 tersebut.

Ketua Umum IPMMA, M. Ghazali Faraman, menyatakan bahwa proyek yang dikerjakan oleh CV. Calysta Persada Utama ini tidak hanya bermasalah secara teknis, tetapi juga diduga kuat menjadi ladang gratifikasi dan intervensi kekuasaan.

Ghazali menyoroti adanya indikasi keterlibatan lingkaran kekuasaan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam mengamankan jalannya proyek. Hal ini diperkuat dengan beredarnya pernyataan oknum pejabat tingkat kecamatan yang diduga berupaya membungkam kritik masyarakat terkait kualitas pekerjaan yang buruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muncul narasi yang seolah pasang badan, “talud itu jang dulu, itu Pak Wali p kontraktor, nanti kordinasi dulu”.

Bukti percakapan.

Ini adalah bentuk arogansi kekuasaan dan pengakuan implisit bahwa proyek ini adalah ‘barang titipan’,” tegas Ghazali dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan investigasi IPMMA di lapangan, ditemukan sejumlah fakta yang memprihatinkan terkait hasil pekerjaan:

1. Timbunan Talud: Dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai standar.
2. Drainase: Kondisi fisik hancur dan dibiarkan tanpa perbaikan.
3. Akses Jalan: Terdapat jalan setapak yang dirusaki dan dibiarkan begitu saja tanpa adanya perbaikan.

Selain masalah fisik, IPMMA juga menagih janji Direktur CV. Calysta Persada Utama, terkait kompensasi pembangunan plafon masjid yang hingga kini belum terealisasi. Ghazali menilai penggunaan fasilitas rumah ibadah sebagai alat tawar-menawar merupakan penghinaan terhadap masyarakat.

Menyikapi temuan tersebut, IPMMA secara tegas menuntut Aparat Penegak Hukum (APH), mulai dari Kejaksaan Tinggi hingga Unit Tipikor Kepolisian, untuk segera turun tangan.

Poin-poin tuntutan IPMMA meliputi:

1. Melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap aliran dana proyek.
2. Memeriksa kesesuaian fisik bangunan dengan anggaran yang telah dikucurkan.
3. Menindak tegas oknum pejabat jika terbukti melakukan praktik “main mata” dengan kontraktor.

IPMMA menegaskan bahwa masyarakat Desa Maidi membutuhkan benteng pesisir yang kokoh, bukan infrastruktur ringkih yang mengancam keselamatan saat musim pasang.

“Sejengkal pun kami tidak akan mundur. Jika Pemerintah Kota Tidore dan Pemerintah Desa Maidi tidak segera menyelesaikan masalah talud di Desa Maidi, kami akan melakukan konsolidasi massa yang lebih besar demi menjemput keadilan,” pungkas Ghazali. (Red/tim)

Facebook Comments Box

Editor : Bisma

Sumber Berita : Reporter Nalarsatu.com

Berita Terkait

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:00 WIT

Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:21 WIT

BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru