Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Ketua Asosiasi Dump Truck Kecamatan Obi, Azwar Abubakar, meminta pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta Pertamina menambah kuota BBM jenis solar subsidi di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Azwar mengatakan keterbatasan pasokan solar subsidi semakin menyulitkan pengusaha angkutan material dan logistik lokal. Padahal, aktivitas pembangunan dan mobilisasi masyarakat di wilayah Obi terus meningkat.

“Kami meminta pemerintah dan Pertamina melihat langsung kondisi di lapangan. Kuota solar subsidi saat ini sangat terbatas sehingga kami dari asosiasi tidak mendapatkan pelayanan di APMS. Padahal kami juga masyarakat Obi yang layak mendapatkan pelayanan BBM subsidi,” ujar Azwar Selasa (15/9).

Menurutnya, anggota asosiasi merupakan pelaku usaha angkutan material lokal dan bukan perusahaan pertambangan besar. Jika kuota tidak ditambah, biaya operasional akan meningkat dan berpotensi berdampak pada harga material serta logistik di Obi.

“Solar eceran sekarang sekitar Rp16.000 per liter. Kami bukan perusahaan tambang, kami masyarakat kecil yang juga membutuhkan pelayanan BBM subsidi,” tegasnya.

Azwar berharap pemerintah segera mengevaluasi kebutuhan BBM subsidi di Obi agar distribusinya lebih merata dan tidak semakin membebani pelaku usaha lokal.