Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Seorang perempuan bernama Nona mengaku mengalami dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, Ulis. Peristiwa tersebut disebut terjadi di lokasi tambang Kusubibi, Halmahera Selatan, Minggu.

Nona menuturkan, persoalan bermula setelah Ulis yang disebut telah meninggalkannya selama sekitar satu tahun, diduga terlihat bersama perempuan lain yang disebut sebagai pacarnya.

Nona juga mengaku mendapat informasi bahwa sebelum menjalin hubungan dengan perempuan tersebut, Ulis pernah menikah. Menurut Nona, Ulis pernah menyampaikan kepadanya bahwa dirinya memiliki surat cerai dari Desa Sawadai.

“Saya juga heran, bagaimana bisa ada surat cerai dari desa,” kata Nona.

Sekitar pukul 10.12 WIT Senin 28/9, adik Nona, Riski, disebut sedang menggendong anak Nona dan berjalan di sekitar lokasi. Riski kemudian bertemu dengan Ulis dan menyampaikan persoalan tersebut.

Sekitar pukul 11.00 WIT, Ulis datang menemui Nona di kios dan meminta bensin. Permintaan tersebut kemudian memicu pertengkaran.

“Kenapa minta bensin? Mau sensor kayu, bangun kemah dengan perempuanmu?” ujar Nona, menirukan ucapannya saat kejadian.

Nona mengaku, setelah terjadi cekcok, Ulis diduga melemparinya dengan batu sebanyak dua kali. Nona juga mengakui sempat membalas dengan melempar batu.

Nona kemudian mengaku dipukul Ulis di depan kios miliknya. Pukulan pertama disebut mengenai bagian belakang kepala, disusul dua pukulan pada rahang sebelah kiri.

“Saya langsung menangis dan lemas, hampir pingsan,” ujar Nona Selasa (29/9).

Dua warga yang berada di lokasi, berinisial F dan J, disebut kemudian berusaha melerai keduanya. Setelah warga datang, Ulis disebut menahan diri.

Saat dikonfirmasi Nalarsatu.com, Riski membenarkan adanya kejadian tersebut. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga membenarkan adanya peristiwa pemukulan terhadap Nona.

Sementara itu, Nalarsatu.com telah berupaya menghubungi Ulis melalui WhatsApp untuk meminta klarifikasi. Namun, hingga berita ini diterbitkan, WhatsApp yang bersangkutan belum aktif sehingga keterangannya belum diperoleh.

Atas kejadian tersebut, Nona menyatakan akan melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya kepada Polres Halmahera Selatan.

Nalarsatu.com tetap membuka ruang hak jawab bagi Ulis dan pihak terkait untuk memberikan klarifikasi atas pemberitaan ini.

(Red)