Komitmen Antikorupsi Gubernur Malut Dipertanyakan, Proyek Dermaga Panamboang Diduga Bermasalah

- Penulis Berita

Minggu, 21 September 2025 - 04:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dermaga Pelabuhan Perikanan Bacan di Desa Panamboang, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan.(Foto/IVP)

Dermaga Pelabuhan Perikanan Bacan di Desa Panamboang, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan.(Foto/IVP)

SOFIFI, Nalarsatu.com – Komitmen Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, bebas korupsi, dan berintegritas sebagaimana disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu, tampaknya hanya isapan jempol belaka.

Buktinya, sejumlah pejabat yang diduga kuat terlibat kasus korupsi masih tetap dipertahankan dalam pemerintahan Sherly–Sarbin. Di antaranya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara yang diduga menyelewengkan anggaran makan-minum senilai Rp500 juta, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Saifuddin Djuba yang disebut bermasalah dengan anggaran Rp5,7 miliar, hingga pejabat di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut yang mengelola proyek diduga bermasalah.

Tahun anggaran 2024 lalu, DKP Malut mengalokasikan dana Rp8,7 miliar untuk pembangunan lanjutan Dermaga Pelabuhan Perikanan Bacan di Desa Panamboang, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Namun, proyek tersebut diduga kuat tidak sesuai kontrak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fungsionaris LPP Tipikor Maluku Utara, Jumardin Ga’ale, mengungkapkan pihaknya telah mengantongi data bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Al Fikri Kieraha dengan nilai kontrak Rp8.799.987.960,50. Sayangnya, pekerjaan di lapangan diduga tidak sesuai kontrak karena adanya pengurangan item dan volume pekerjaan secara sepihak oleh rekanan tanpa pengawasan ketat dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DKP Malut.

“Proyek ini dikerjakan tidak sesuai kontrak. Rekanan ikut maunya sendiri dengan alasan tidak mendapat keuntungan. Ironisnya, pemilik CV. Al Fikri bahkan tidak tahu lokasi proyek ini karena perusahaan hanya dipinjam oleh oknum pegawai DKP Malut,” tegas Jumardin, Sabtu (20/9/2025).

Menurutnya, LPP Tipikor akan berkoordinasi dengan DPC LPP Tipikor Halmahera Selatan untuk melakukan investigasi lapangan terkait kualitas dan volume pekerjaan dermaga di Panamboang.

“Kami akan pastikan langsung apakah pemasangan tiang pancang dan kualitas pekerjaan sesuai dengan RAB. Kalau dugaan pelanggaran ini terbukti, kami minta Ditkrimsus Polda Malut menelusuri dan memproses pihak yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Jumardin juga menekankan bahwa pihak-pihak terkait harus segera dipanggil dan dimintai keterangan.

“Yang harus diperiksa adalah rekanan proyek, mantan Kepala DKP Malut, serta PPK. Mereka harus bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan ini,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi
Aksi di DPRD Halsel, Sardi Hongi Desak 30 Legislator Bertindak: Jangan Tutup Mata terhadap Gambaru
Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif
BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan
Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum
Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:21 WIT

BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:19 WIT

Aksi di DPRD Halsel, Sardi Hongi Desak 30 Legislator Bertindak: Jangan Tutup Mata terhadap Gambaru

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIT

BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:13 WIT

Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:02 WIT

Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:29 WIT

Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda

Berita Terbaru