Oleh : Nasrullah Timula – Anggota FIC Malut Sektor Unutara
SATU tahun Forum Insan Cendekia (FIC) berdiri sebagai kekuatan yang berkelanjutan. Harapan saya, di usia yang masih sangat muda ini, FIC terus meningkatkan kualitasnya dalam menjalankan literasi yang unggul serta membangun ruang dialog yang sehat dan bermakna.
Cintailah hidupmu dalam situasi apa pun, dan bila perlu, korbankan dirimu untuk mengembangkan Forum Insan Cendekia. Saya mengajak teman-teman untuk menemukan harapan masing-masing di dalam FIC. Kami sadar, usia satu tahun hanyalah angka yang terlihat kecil. Namun di balik itu, FIC adalah wadah terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung tanpa paksaan, tanpa sekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ingat, ketika teman-teman telah menjadi bagian dari Forum Insan Cendekia, maka ada tanggung jawab yang harus dipegang teguh, membaca, menulis, dan berinteraksi dengan mereka yang membutuhkan pengetahuan. Saya berproses di FIC bukan untuk mencari ketenaran dalam dunia literasi. Bagi saya, FIC bukanlah wadah yang disiapkan bagi para pencundang, melainkan rumah tempat kita bangun untuk bekerja, makan setelah lelah berjuang, dan beristirahat setelah menunaikan tugas.
Forum Insan Cendekia telah melahirkan anggota-anggota yang militan, yang terus menciptakan karya-karya berkualitas. Di hari ulang tahun yang pertama ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Founder Bachtiar S. Malawat yang juga sebagai Koordinator Presidium Forum Insan Cendekia Maluku Utara (FIC-MU) atas bimbingan, keteguhan, dan sportivitas yang tak pernah putus asa. Di tengah dinamika anggota yang kadang mengeluh, kadang menjadikan proses sebagai ajang pembuktian diri Koordinator FIC tetap konsisten menyampaikan pesan-pesan baik tanpa menyerah.
Kini, karya-karya telah lahir, opini-opini yang menggugah, buku-buku yang telah terbit, dan naskah yang masih dalam proses percetakan. Semua itu adalah bukti bahwa FIC berjalan, tumbuh, dan memberi arti.
“Satu Napas Perubahan” menjadi tagline peringatan satu tahun Forum Insan Cendekia—sebuah ajakan untuk terus mengikuti perubahan sosial, membangun kesadaran, dan menjauhkan diri dari kedunguan. Karena literasi bukan sekadar kegiatan, melainkan sikap hidup.











