Panen Raya Kelompok Tani Obi, Simbol Kedaulatan Pangan dan Kolaborasi Berkelanjutan

- Penulis Berita

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Tani Kepulauan Obi menggelar kegiatan Panen Raya sebagai wujud keberhasilan petani lokal dalam mengelola sektor pertanian secara produktif dan berkelanjutan, disaksikan Bupati Halmahera Selatan bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Selatan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pertanian di wilayah kepulauan (Foto/Dabo)

Kelompok Tani Kepulauan Obi menggelar kegiatan Panen Raya sebagai wujud keberhasilan petani lokal dalam mengelola sektor pertanian secara produktif dan berkelanjutan, disaksikan Bupati Halmahera Selatan bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Selatan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pertanian di wilayah kepulauan (Foto/Dabo)

Halmahera Selatan,Nalarsatu.com-
Kelompok Tani Kepulauan Obi melaksanakan kegiatan Panen Raya sebagai wujud nyata keberhasilan petani lokal dalam mengelola sektor pertanian secara produktif dan berkelanjutan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Halmahera Selatan serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Selatan, sebagai bentuk dukungan langsung pemerintah daerah terhadap penguatan sektor pertanian di wilayah kepulauan.

Panen raya tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh Harita Nickel, dengan fokus pada penguatan kapasitas petani, pendampingan teknis berkelanjutan, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian.

Program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, menjadikan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial di Kepulauan Obi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Selatan menegaskan bahwa pertanian tidak sekadar dipahami sebagai aktivitas ekonomi semata, melainkan sebagai fondasi peradaban dan keberlanjutan daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam membangun sistem pertanian yang tangguh, berdaya saing, serta berorientasi jangka panjang.

Menurutnya, panen raya ini menjadi bukti konkret bahwa kerja bersama mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Selatan menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui kebijakan afirmatif, pendampingan intensif, serta pengembangan inovasi berbasis kebutuhan lokal. Ia menilai keberhasilan petani Kepulauan Obi menunjukkan bahwa pertanian tetap menjadi sektor strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Secara historis dan filosofis, pertanian telah lama dipandang sebagai sumber kekuatan suatu bangsa. Aristoteles menyebut pertanian sebagai aktivitas luhur yang menopang kehidupan negara karena menghasilkan kebutuhan paling mendasar manusia. Di sisi lain, Mahatma Gandhi menegaskan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan rakyatnya mengolah tanah secara mandiri dan bermartabat. Nilai-nilai ini tercermin kuat dalam semangat panen raya di Kepulauan Obi, di mana petani ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.

Dalam konteks modern, pertanian juga dimaknai sebagai jalan menuju keberlanjutan ekologis. Pemikir agraria dunia Wendell Berry memandang pertanian bukan hanya soal hasil panen, tetapi tentang hubungan etis antara manusia, alam, dan komunitas. Prinsip ini dinilai sejalan dengan program pemberdayaan yang dijalankan Harita Nickel, yang menempatkan petani sebagai mitra strategis serta menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan.

Menanggapi kegiatan tersebut, Darwan Abd. Hasan, yang akrab disapa Dabo, selaku Ketua Umum Perintis Kedaulatan Pangan Pulau Obi (PELAGI), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah serta Harita Nickel atas pendampingan yang telah dilakukan secara konsisten.

“Panen raya ini bukan hanya tentang hasil pertanian, tetapi tentang kepercayaan diri petani. Pendampingan yang berkelanjutan telah membuktikan bahwa petani Obi mampu mengelola pertanian secara profesional, mandiri, dan berorientasi masa depan,” ujar Darwan Alias Dabo.

Menurutnya, dukungan lintas sektor tersebut telah membuka ruang bagi petani untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sistem lama, tetapi mulai membangun model pertanian yang berdaulat, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal.

Panen raya ini diharapkan menjadi momentum penguatan semangat gotong royong serta inspirasi bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Halmahera Selatan.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, panen raya Kepulauan Obi menjadi simbol harapan bahwa pertanian lokal, jika dikelola dengan baik dan didukung kolaborasi lintas sektor, mampu menjadi pilar utama pembangunan daerah yang berdaulat pangan, mandiri secara ekonomi, dan berkelanjutan. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Keadilan Restoratif: Jalan Pemulihan untuk Semua, Bukan Karpet Merah Kelompok Privilege
Masa Kepengurusan BPC Dibekukan, Bakal Calon Ketum BPD HIPMI Malut Dipersoalkan
Memalukan! Wartawan Diduga Diintimidasi Saat Liput Balap Motor di Labuha
Direktur PDAM Halsel Soleman Bobote Raih Indonesia Visionary Leader Award 2026, Dinilai Jadi Figur Penggerak Perubahan
PERMASALAHAN PERENCANAAN DALAM EGO POLITIK
IPMMA Desak APH Usut Dugaan Skandal Proyek Talud Maidi Senilai Rp8,8 Miliar
Peran Sosiologi dalam Memahami Masyarakat Modern dan Analisis Fenomena Sosial
SISTEM SOSIAL DAN SISTEM BUDAYA DALAM MEMAHAMI MASYARAKAT MODEREN
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:26 WIT

Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan, IARMI Maharuyung Jabodetabek Gelar Bakti Sosial di Momentum Iduladha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:45 WIT

Bawa Nama Halsel ke Tingkat Nasional, Soleman Bobote Raih Penghargaan Bergengsi

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIT

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:42 WIT

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:25 WIT

Bupati Bassam Kasuba: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jembatan Suara Rakyat

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:27 WIT

Munawir Resmi Nahkodai GMNI Halsel, Tegaskan Soliditas dengan DPP GMNI RI

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:46 WIT

Ancaman Jutaan Ton Limbah Slag Nikel PT.Harita Group, Kesiapan Pengelolaan Dipertanyakan

Berita Terbaru