TERNATE, Nalarsatu.com – Memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026, sejumlah massa yang tergabung dalam Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) menggelar aksi unjuk rasa di Kota Ternate, Jumat (1/5/2026).
Aksi tersebut menyasar dua titik utama, yakni kantor kediaman Gubernur Maluku Utara dan kantor Wali Kota Ternate. Massa turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi kesejahteraan buruh serta persoalan akses pendidikan yang dinilai masih timpang di Maluku Utara.
Koordinator lapangan aksi, Yasir Ashari, menegaskan bahwa momentum May Day tahun ini bukan sekadar peringatan tahunan. Ia menyebut aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan kolektif untuk menyuarakan kepentingan kelas pekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“May Day bukan hanya peringatan simbolik, tapi momentum perjuangan. Kami membawa 14 tuntutan yang lahir dari realitas rakyat hari ini,” tegas Yasir
Saat diwawancarai oleh tim media Nalarsatu.com di sela-sela aksi, Yasir menegaskan bahwa kondisi buruh di Maluku Utara masih jauh dari kata sejahtera. Ia menyoroti ketimpangan upah, minimnya jaminan sosial, hingga terbatasnya akses layanan dasar di wilayah kepulauan.
“Kami melihat hari ini buruh tidak hanya soal upah, tapi soal kehidupan yang layak. Di wilayah seperti Batang Dua, Hiri, dan Moti, akses kesehatan saja masih jadi persoalan serius. Ini ironi di tengah kekayaan sumber daya alam Maluku Utara,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa FPUD akan terus mengawal seluruh tuntutan tersebut hingga mendapat respons konkret dari pemerintah daerah.
“Kalau tuntutan ini tidak direspon, maka aksi seperti ini akan terus kami lakukan. Ini bukan aksi terakhir, tapi bagian dari konsolidasi gerakan rakyat,” tambahnya.
Dalam aksi tersebut, FPUD menyampaikan empat belas poin tuntutan, yakni:
1. Hentikan kriminalisasi gerakan buruh
2. Desak Pemkot Ternate menyediakan ambulans laut di Batang Dua, Hiri, dan Moti
3. Hentikan perampasan ruang hidup petani dan nelayan
4. Bangun industrialisasi nasional di bawah kontrol buruh
5. Wujudkan upah layak nasional
6. Laksanakan reforma agraria
7. Stop kriminalisasi buruh tani
8. Berikan kesejahteraan bagi seluruh tenaga guru di Indonesia
9. Tolak program MBG
10. Lawan liberalisasi pendidikan dan skema perdagangan tenaga kerja
11. Naikkan upah buruh dan wujudkan pendidikan gratis yang ilmiah dan demokratis
12. Tolak reklamasi di Maluku Utara
13. Selesaikan persoalan air bersih di Kota Ternate
14. Aktifkan kembali Pasar Sasa
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan diwarnai orasi serta pembentangan spanduk tuntutan. Hingga aksi berakhir, massa menyatakan akan terus mengawal isu-isu tersebut sebagai bagian dari perjuangan jangka panjang rakyat Maluku Utara. (Bisma/Ardian)











