IPMMA Peringatkan Pemkot Tidore, Pemdes Maidi dan Kontraktor Talut, Jangan Main-main dengan Rakyat.

- Penulis Berita

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE KEPULAUAN, Nalarsatu.com – Aroma busuk pada proyek pembangunan talud pengaman pantai di Desa Maidi kian menyengat. Ikatan Pelajar Mahasiswa Maidi (IPMMA) melalui kader terbaiknya, Nurfansyah Nurdin, melontarkan peringatan keras kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, Pemerintah Desa (Pemdes) Maidi, dan Direktur CV. Calysta Persada Utama agar tidak mencoba berspekulasi atau “bermain mata” atas penderitaan rakyat Maidi.

Proyek senilai Rp8.825.400.000 yang bersumber dari dana hibah APBN 2024 ini dinilai penuh dengan kejanggalan sejak tahap perencanaan hingga realisasi fisik di tahun 2025. IPMMA menyoroti adanya indikasi pembiaran yang dilakukan oleh pihak-pihak berwenang terhadap kualitas pekerjaan yang dianggap jauh dari kata layak.

Ketua Umum IPMMA, M. Ghazali Faraman menegaskan bahwa masyarakat Maidi bukan objek percobaan pembangunan yang bisa dikelabui dengan janji-janji lisan tanpa bukti nyata. Ia mengingatkan bahwa sinergi antara Pemkot, Pemdes, dan Kontraktor seharusnya melahirkan kesejahteraan, bukan justru menciptakan keresahan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memperingatkan dengan tegas: Pemerintah Kota Tidore, Pemerintah Desa Maidi, dan khususnya Direktur CV. Calysta Persada Utama, jangan pernah mencoba main-main dengan kesabaran masyarakat kami. Rakyat Maidi sudah cukup dewasa untuk melihat mana pembangunan yang tulus dan mana yang hanya sekadar formalitas demi mengeruk keuntungan,” tegas Ghazali.

IPMMA mencatat beberapa dosa besar yang harus segera dipertanggungjawabkan:

• Pengabaian Fasilitas Publik: Kerusakan jalan setapak dan sistem drainase yang hancur akibat aktivitas proyek hingga kini dibiarkan tanpa perbaikan, seolah-olah masyarakat dipaksa menerima kerusakan sebagai dampak yang wajar.

• Krisis Transparansi: Penolakan kontraktor untuk membuka Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah penghinaan terhadap hak tahu publik yang dilindungi oleh undang-undang.

• Ingkar Janji Plafon Masjid: Reduksi janji pembangunan plafon masjid senilai Rp150 juta menjadi sekadar “sumbangan sukarela” adalah bentuk komodifikasi rumah ibadah yang sangat melukai perasaan warga.

Pihak IPMMA memastikan bahwa peringatan ini bukanlah gertakan semata. Jika tuntutan masyarakat untuk perbaikan fisik dan janji kompensasi plafon tidak segera dipenuhi dalam waktu dekat, maka gerakan perlawanan akan bergeser dari sekadar narasi menjadi aksi nyata yang lebih masif.

“Jika kalian tetap memilih untuk menutup mata dan terus bermain-main dengan masalah ini, maka bersiaplah menghadapi kekuatan nalar kritis mahasiswa dan kemarahan rakyat. Kami tidak akan berhenti sampai keadilan bagi Desa Maidi berdiri tegak” tutup Ghazali dengan nada menantang. (Red/Bisma)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:00 WIT

Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:21 WIT

BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru