Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Batulak, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mulai menunjukkan progres menggembirakan. Dari total 7 unit rumah penerima bantuan, pembangunan yang baru berjalan 10 hari telah mencapai sekitar 55 persen.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari warga penerima bantuan. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Hj. Musrifah Alhadar, S.Pi., M.Si. atas perhatian serta bantuan yang diberikan melalui program RTLH.

Jahdi A. Ulidam, salah satu penerima bantuan, mengaku bersyukur karena bantuan sebesar Rp35 juta tersebut sangat membantu keluarganya dalam memperbaiki kondisi tempat tinggal.

Ia menjelaskan, meskipun bantuan tersebut diperuntukkan bagi rehabilitasi rumah, pihaknya memilih membangun rumah baru karena kondisi bangunan sebelumnya membutuhkan penanganan lebih menyeluruh.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan Rp35 juta ini. Walaupun peruntukannya untuk perehaban, kami manfaatkan untuk membangun rumah baru. Alhamdulillah, baru 10 hari pengerjaan sudah mencapai 55 persen. Kalau pekerjaan bisa berjalan cepat seperti ini, kami optimistis dalam satu bulan rumah sudah bisa selesai,” ungkap Sabtu (31/10).

Ungkapan senada juga disampaikan Fastiar Hadi selaku penerima bantuan RTLH. Ia mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Hj. Musrifah Alhadar, S.Pi., M.Si. atas perhatian pemerintah melalui program bantuan RTLH yang dinilai sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan hunian yang layak dan nyaman.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk memiliki tempat tinggal yang lebih baik.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Perhatian pemerintah sangat berarti bagi kami sebagai masyarakat penerima bantuan,” ungkapnya, Sabtu (31/10).

Sementara itu, Surahman Basri atau yang akrab disapa Om Bento, selaku Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), mengungkapkan bahwa pendampingan terhadap pelaksanaan pembangunan 7 unit RTLH di Desa Batulak terus dilakukan guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan dan ketentuan program.

Ia berharap proses pembangunan dapat diselesaikan dengan baik, tepat waktu, serta tetap memperhatikan kualitas bangunan agar rumah tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi penerima bantuan.

“Kami terus melakukan pendampingan dan memantau perkembangan pekerjaan agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan dan hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat penerima bantuan,” ungkapnya, Sabtu (31/10).

(red)