BARAH: Pelantikan 4 Kades Jadi Cermin Rapuhnya Kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba

- Penulis Berita

Selasa, 9 September 2025 - 14:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL, Nalarsatu.com – Polemik pelantikan empat Kepala Desa di Kabupaten Halmahera Selatan oleh Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba pada Selasa (26/8/2025) terus memantik gelombang kritik keras. Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) menjadi salah satu elemen yang paling vokal menyuarakan penolakan.

Empat Kepala Desa yang dilantik tersebut adalah:

1. Umar La Suma, Kepala Desa Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

2. Amrul Ms. Manila, Kepala Desa Goro-Goro, Kecamatan Bacan Timur.

3. Arti Loyang, Kepala Desa Loleongusu, Kecamatan Mandioli Utara.

4. Melkias Katiandago, Kepala Desa Kuo, Kecamatan Gane Timur Selatan.

Dalam orasi politiknya di depan kantor bupati, Ketua BARAH Ady Hi Adam menilai keputusan Bupati melantik empat Kades yang sudah dibatalkan melalui putusan PTUN merupakan tindakan yang mengabaikan hukum sekaligus memperlihatkan rapuhnya kepemimpinan Bassam Kasuba.

“Pelantikan 4 Kepala Desa ini adalah ukuran kemampuan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba. Jika keputusan yang jelas-jelas bertentangan dengan hukum tetap dipaksakan, maka publik bisa menilai betapa rendahnya kualitas kepemimpinan di Halsel,” tegas Adi Ngelo Senin (7/9).

Ia bahkan menyebut, langkah politik Bupati ini bukan hanya blunder, tetapi juga bentuk pelecehan terhadap wibawa hukum dan demokrasi di Halmahera Selatan.

“Ini bukan sekadar soal empat Kepala Desa, tetapi soal wibawa hukum, arah kepemimpinan, dan masa depan demokrasi di Halsel. Jika bupati menutup mata terhadap putusan pengadilan dan kritik rakyat, maka yang dikorbankan adalah keadilan dan masa depan daerah ini,” sambungnya.

Ady juga menuding Bassam Kasuba gagal menunjukkan kepemimpinan yang bijak. Perbedaan pendapat yang tajam di internal pemerintah daerah, antara Wakil Bupati dan Kepala DPMD, menurutnya, menjadi bukti tidak adanya konsistensi dan koordinasi.

“Bupati gagal memimpin, bupati gagal menjaga wibawa hukum, dan bupati gagal mendengar suara rakyat. Pelantikan ini adalah potret nyata pemerintahan yang tidak konsisten dan arogan,” ungkap Ady dalam orasinya.

BARAH menegaskan, mereka bersama rakyat akan terus mengawal kasus ini hingga Pemerintah Daerah tunduk pada hukum.

“Jangan pernah berpikir rakyat akan diam. Kami akan terus bergerak sampai ada kepastian hukum yang jelas, bukan sekadar permainan politik,” tutup Adi Ngelo dengan nada keras.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru