Halmahera Selatan,Nalarsatu.com-
Kelompok Tani Kepulauan Obi melaksanakan kegiatan Panen Raya sebagai wujud nyata keberhasilan petani lokal dalam mengelola sektor pertanian secara produktif dan berkelanjutan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Halmahera Selatan serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Selatan, sebagai bentuk dukungan langsung pemerintah daerah terhadap penguatan sektor pertanian di wilayah kepulauan.
Panen raya tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh Harita Nickel, dengan fokus pada penguatan kapasitas petani, pendampingan teknis berkelanjutan, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian.
Program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, menjadikan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial di Kepulauan Obi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Selatan menegaskan bahwa pertanian tidak sekadar dipahami sebagai aktivitas ekonomi semata, melainkan sebagai fondasi peradaban dan keberlanjutan daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam membangun sistem pertanian yang tangguh, berdaya saing, serta berorientasi jangka panjang.
Menurutnya, panen raya ini menjadi bukti konkret bahwa kerja bersama mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Selatan menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui kebijakan afirmatif, pendampingan intensif, serta pengembangan inovasi berbasis kebutuhan lokal. Ia menilai keberhasilan petani Kepulauan Obi menunjukkan bahwa pertanian tetap menjadi sektor strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Secara historis dan filosofis, pertanian telah lama dipandang sebagai sumber kekuatan suatu bangsa. Aristoteles menyebut pertanian sebagai aktivitas luhur yang menopang kehidupan negara karena menghasilkan kebutuhan paling mendasar manusia. Di sisi lain, Mahatma Gandhi menegaskan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan rakyatnya mengolah tanah secara mandiri dan bermartabat. Nilai-nilai ini tercermin kuat dalam semangat panen raya di Kepulauan Obi, di mana petani ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.
Dalam konteks modern, pertanian juga dimaknai sebagai jalan menuju keberlanjutan ekologis. Pemikir agraria dunia Wendell Berry memandang pertanian bukan hanya soal hasil panen, tetapi tentang hubungan etis antara manusia, alam, dan komunitas. Prinsip ini dinilai sejalan dengan program pemberdayaan yang dijalankan Harita Nickel, yang menempatkan petani sebagai mitra strategis serta menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan.
Menanggapi kegiatan tersebut, Darwan Abd. Hasan, yang akrab disapa Dabo, selaku Ketua Umum Perintis Kedaulatan Pangan Pulau Obi (PELAGI), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah serta Harita Nickel atas pendampingan yang telah dilakukan secara konsisten.
“Panen raya ini bukan hanya tentang hasil pertanian, tetapi tentang kepercayaan diri petani. Pendampingan yang berkelanjutan telah membuktikan bahwa petani Obi mampu mengelola pertanian secara profesional, mandiri, dan berorientasi masa depan,” ujar Darwan Alias Dabo.
Menurutnya, dukungan lintas sektor tersebut telah membuka ruang bagi petani untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sistem lama, tetapi mulai membangun model pertanian yang berdaulat, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal.
Panen raya ini diharapkan menjadi momentum penguatan semangat gotong royong serta inspirasi bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Halmahera Selatan.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, panen raya Kepulauan Obi menjadi simbol harapan bahwa pertanian lokal, jika dikelola dengan baik dan didukung kolaborasi lintas sektor, mampu menjadi pilar utama pembangunan daerah yang berdaulat pangan, mandiri secara ekonomi, dan berkelanjutan. (red)







