LPHD Kawal Dugaan Korupsi Sejumlah Proyek BWS Maluku Utara, Siap Lapor ke KPK dan Mabes Polri

- Penulis Berita

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif LPHD, Abid Ramadhan, saat menyampaikan keterangan pers terkait dugaan penyimpangan sejumlah proyek strategis di bawah Balai Wilayah Sungai (Foto/Istimewa)

Direktur Eksekutif LPHD, Abid Ramadhan, saat menyampaikan keterangan pers terkait dugaan penyimpangan sejumlah proyek strategis di bawah Balai Wilayah Sungai (Foto/Istimewa)

Jakarta, Nalarsatu.com – Lembaga Pemerhati Hukum & Demokrasi (LPHD) menyatakan akan mengawal dan melaporkan dugaan penyimpangan pada sejumlah proyek di Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mabes Polri. Langkah ini diambil karena dinilai minimnya penegakan hukum di tingkat daerah terhadap berbagai proyek yang diduga bermasalah.

Direktur Eksekutif LPHD, Abid Ramadhan, menegaskan bahwa pihaknya menemukan sejumlah proyek strategis di bawah BWS Maluku Utara yang hingga kini belum menunjukkan kejelasan penyelesaian hukum, meskipun telah menuai sorotan publik.

“Banyak proyek bernilai puluhan miliar rupiah yang diduga bermasalah, namun sampai hari ini belum ada langkah tegas dari aparat penegak hukum di daerah. Karena itu, kami akan membawa persoalan ini ke KPK dan Mabes Polri,” tegas Abid dalam keterangan resminya Jumat (13/2)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, proyek-proyek yang dibiayai anggaran miliaran rupiah tersebut sejatinya diperuntukkan sebagai infrastruktur pendukung aktivitas masyarakat serta instrumen peningkatan kesejahteraan. Namun, dalam praktiknya justru terindikasi menjadi ruang penyimpangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Proyek-proyek ini seharusnya menjadi penopang kesejahteraan masyarakat. Tapi yang terjadi, justru terindikasi menjadi lahan praktik penyimpangan oleh oknum-oknum pejabat,” ujarnya.

Adapun sejumlah proyek yang disoroti LPHD antara lain proyek Embung Nakamura di Pulau Morotai, proyek Embung Pulau Hiri, serta proyek irigasi di Weda Selatan. Proyek-proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis maupun kontrak kerja, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian negara.

LPHD mendesak aparat penegak hukum di Maluku Utara untuk segera memanggil dan memeriksa para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta kontraktor yang terlibat dalam proyek-proyek tersebut.

“Kami berharap aparat penegak hukum segera memanggil dan memeriksa PPK dan kontraktor yang terlibat agar kasus ini ditindaklanjuti secara serius. Masih banyak kasus serupa di BWS Maluku Utara yang mencuat ke publik namun belum mendapat kejelasan,” katanya.

Selain itu, LPHD juga mendesak agar Kepala BWS Maluku Utara diperiksa. Bahkan, mereka meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengambil langkah tegas berupa pencopotan jabatan apabila terbukti lalai dalam pengawasan.

“Dengan banyaknya masalah yang muncul, kami mendesak aparat segera memeriksa Kepala BWS Maluku Utara. Kami juga meminta Kementerian PU untuk mengevaluasi dan mencopot yang bersangkutan. Sangat kecil kemungkinan begitu banyak persoalan terjadi tanpa sepengetahuan pimpinan,” tegas Abid.

LPHD menilai, apabila Polda Malut dan Kejati Malut dinilai lambat dalam penanganan kasus-kasus tersebut, maka pihaknya akan secara resmi melaporkan dugaan penyimpangan itu ke Mabes Polri, Kejaksaan Agung, serta KPK.

“Jika kasus ini terus berlarut-larut, kami akan membawa laporan ini ke tingkat pusat. Membiarkan dugaan korupsi tanpa kejelasan adalah bagian dari kejahatan itu sendiri, karena akan membuka ruang praktik korupsi tumbuh dengan bebas dan nyaman,” pungkasnya. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:26 WIT

Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan, IARMI Maharuyung Jabodetabek Gelar Bakti Sosial di Momentum Iduladha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:45 WIT

Bawa Nama Halsel ke Tingkat Nasional, Soleman Bobote Raih Penghargaan Bergengsi

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIT

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:42 WIT

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:25 WIT

Bupati Bassam Kasuba: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jembatan Suara Rakyat

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:27 WIT

Munawir Resmi Nahkodai GMNI Halsel, Tegaskan Soliditas dengan DPP GMNI RI

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:46 WIT

Ancaman Jutaan Ton Limbah Slag Nikel PT.Harita Group, Kesiapan Pengelolaan Dipertanyakan

Berita Terbaru