Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Polemik sengketa lahan di wilayah Kawasi Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, kembali menjadi perhatian publik setelah tokoh masyarakat Herman Maran meminta Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa, untuk tidak meninggalkan daerah sebelum dilakukan pertemuan penyelesaian bersama pihak Harita Group.
Herman menegaskan, pertemuan tersebut penting guna memperjelas persoalan lahan milik anaknya yang menurutnya hingga kini belum mendapatkan kepastian.
“Kalau bisa sebelum Kades ke luar daerah, sempatkan waktu untuk ketemu dulu. Kita duduk bersama dengan pihak Harita Group supaya semua jelas,” ujarnya Kamis (7/5)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia meminta pihak perusahaan maupun Arifin Saroa segera memberikan klarifikasi terbuka terkait status lahan yang dipersoalkan agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Saya minta lahan anak saya juga segera diklarifikasi secara terbuka oleh pihak perusahaan dan Arifin Saroa supaya tahu persoalan sebenarnya,” tegas Herman.
Dalam pernyataannya, Herman juga mengingatkan agar persoalan tersebut segera diselesaikan secara baik-baik sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih panjang.
“Saya ingatkan, kalau memang sudah terima uang, ya selesaikan baik-baik dengan pihak Harita Group atau kembalikan. Saya tidak mau masalah ini jadi panjang,” katanya.
Ia juga mengaku keberatan apabila lahan yang menurutnya berada di Desa Kawasi sekitar Kilometer 4 Sungai Akelamo justru dialihkan atau diganti ke lokasi lain yang dinilai belum jelas statusnya.
“Saya tidak mau lahan anak saya di Kilometer 4 lalu mau diganti ke Kilometer 7. Kalau nanti di Kilometer 7 juga bermasalah bagaimana? Jadi saya tidak mau,” ujarnya.
Menurut Herman, penyelesaian secara terbuka sangat penting agar tidak muncul saling klaim maupun dugaan yang dapat memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Harita Group maupun Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa, belum memberikan tanggapan resmi. Wartawan Nalarsatu.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, namun belum memperoleh jawaban. (red)











