LABUHA, Nalarsatu.com – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Halmahera Selatan, Indra Faris, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat di Pulau Obi dan Gane yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), karena hingga kini pihaknya belum dapat menjangkau wilayah tersebut untuk melakukan penanganan secara langsung.

Pernyataan itu disampaikan Faris saat diwawancarai Nalarsatu.com melalui WhatsApp. Ia menjelaskan, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Damkar, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, serta instansi yang menangani penanggulangan bencana.

Faris mengakui, keterbatasan anggaran dan armada pemadam kebakaran menjadi kendala utama dalam menjangkau wilayah yang jauh dari pusat pelayanan, termasuk Pulau Obi dan Gane.

“Saya bersama seluruh anggota Damkar memohon maaf kepada masyarakat, khususnya di wilayah Obi dan Gane, karena untuk sementara kami belum bisa menjangkau ke sana. Kendala utama yang kami hadapi adalah keterbatasan anggaran,” ujarnya Senin,(12/10/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan pembentukan pos pemadam kebakaran di setiap kecamatan. Namun, rencana tersebut belum dapat berjalan optimal karena keterbatasan anggaran.

Meski demikian, Faris berharap pengusulan anggaran untuk tahun 2027 dapat kembali ditingkatkan agar kebutuhan operasional, penambahan armada, serta pembentukan pos pemadam kebakaran di wilayah kecamatan dapat diakomodasi oleh pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan pada tahun 2027 nanti kami bisa meningkatkan kembali usulan anggaran, dan semoga usulan tersebut dapat diakomodasi,” katanya.

Selain persoalan anggaran, keterbatasan kendaraan pemadam kebakaran juga menjadi tantangan serius. Menurut Faris, saat ini Dinas Damkar Halmahera Selatan hanya memiliki tiga unit mobil pemadam kebakaran. Namun, hanya dua unit yang masih dapat dioperasikan, sedangkan satu unit lainnya sudah tidak digunakan karena merupakan kendaraan lama.

Dua unit kendaraan yang masih beroperasi tersebut saat ini difokuskan untuk menangani kebakaran di wilayah Bacan. Faris menyebut, dalam beberapa waktu terakhir, kejadian kebakaran di wilayah tersebut cukup sering terjadi, bahkan hampir setiap hari dengan perkiraan mencapai lima titik tempat yang berbeda.

Kondisi itu membuat personel Damkar kewalahan dalam membagi tugas penanganan kebakaran, sementara kebutuhan pelayanan pemadaman juga mencakup wilayah lain di Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kami juga sedang kewalahan karena dua unit mobil yang bisa digunakan saat ini harus menangani kebakaran di wilayah Bacan. Hampir setiap hari terjadi kebakaran, sehingga pelayanan harus disesuaikan dengan kemampuan armada yang tersedia,” jelasnya.

Faris kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak karhutla, terutama di Pulau Obi dan Gane. Ia berharap adanya dukungan anggaran dan sarana operasional agar pelayanan pemadaman kebakaran ke depan dapat menjangkau seluruh wilayah Halmahera Selatan secara lebih optimal.

“Sekali lagi, saya memohon maaf kepada warga yang terdampak, khususnya masyarakat Pulau Obi dan Gane. Untuk sementara, kami belum bisa menjangkau wilayah tersebut,” tutupnya.

(Nr)